Kamis, 12 Maret 2015
TEORI KEPRIBADIAN SEHAT(lanjutan)
C. Aliran Humanistik
Ahli-ahli
psikologi humanisik semakin kritis terhadap tradisi-tradisi ini, karena mereka
percaya bahwa behaviorisme dan psikoanalisis memberikan pandangan-pandangan
terbatas tentang kodrat manusia, mengabaikan puncak-puncak yang akan didaki
oleh orang-orang yang memiliki potensi. Tuduhan dari pengeritik-pengeritiki ni
adalah bahwa behaviorisme memperlakukan manusia sebagai suatu mesin “ suatu
sistem kompleks yang bertingkah laku menurut cara-cara yang sesuai dengan
hukum”.
Kepribadian sehat menurut Maslow:
Maslow
berpendapat bahwa seseorang akan memiliki kepribadian yang sehat, apabila dia
telah mampu untuk mengaktualisasikan dirinya secara penuh (self actualizing
person). Dia mengemukakan teori motivasi bagi self actualizinga-needs person,
dengan nama metamotivation, meta-needs B-motivation, atau being values
(kebutuhan untuk berkembang). Sementara motivasi bagi orang yang tidak mampu
mengaktualisasikan dirinya dinamai D-motivation atau deficiency.
Di bawah ini ciri-ciri dari metaneeds dan metapologi
· Metanees : Sikap
percaya, bijak dan baik, indah (estetis), kesatuan (menyeluruh), energik dan
optimis, pasti, lengkap, adil dan altruis, berani, sederhana (simple)
· Metapologis
: Tidak percaya, sinis dan skeptic, benci dan memuakkan, vulgar dan mati rasa,
disintegrasi, kehilangan semangat hidup, pasif dan pesimis, kacau dan tidak
dapat diprediksi, tidak lengkap dan tidak tuntas, suka marah-marah, tidak adil
dan egois, rasa tidak aman dan memerlukan bantuan, sangat komplek dan
membingungkan.
Perbedaan kepribadian sehat
menurut aliran Psikoanalisa, Behaviorisme dan Humanistik
PSIKOANALISA
Aliran
psikoanalisa melihat manusia dari sisi negatif, alam bawah sadar (id, ego,
super ego), mimpi dan masa lalu. Aliran ini juga mengabaikan potensi yang
dimiliki oleh manusia, selain itu juga berpendapat bahwa manusia adalah makhluk
yang berkeinginan (homo volens). Dalam pandangan Freud, semua perilaku manusia
baik yang nampak (gerakan otot) maupun yang tersembunyi (pikiran) adalah
disebabkan oleh peristiwa mental sebelumnya. Terdapat peristiwa mental yang kita
sadari dan tidak kita sadari. Pandangan kaum psikoanalisa, hanya memberi kepada
kita sisi yang sakit dari kodrat manusia, karana hanya berpusat pada tingkah
laku yang neuritis dan psikotis. Aliran ini mempelajari kepribadian yang
terganggu secara emosional, bukan kepribadian yang sehat; atau kebribadian yang
paling buruk dari kodrat manusia, bukan yang paling baik. Jadi, aliran ini
memberi gambaran pesimis tentang kodrat manusia, dan manusia dianggap sebagai
korban dari tekanan-tekanan biologis dan konflik masa kanak-kanak.
Aliran
ini menyatakan bahwa struktur dasar kepribadian manusia sudah terbentuk pada
usia lima tahun. Freud membagi struktur kepribadian dalam tiga komponen, yaitu id, ego,
dan superego. Perilaku seseorang merupakan hasil interaksi antara
ketiga komponen tersebut.Id merupakan sumber dari insting kehidupan
(makan, minum, tidur) dan insting agresif yang menggerakkan tingkah laku. Id berorientasi
pada prinsip kesenangan. Ego sebagai sistem kepribadian yang
terorganisasi, rasional, dan berorientasi pada prinsip realitas. Superegomerupakan
komponen moral kepribadian yang terkait dengan norma di masyarakat mengenai
baik-buruk atau benar-salah. Superego berfungsi untuk
merintangi dorongan id, terutama dorongan seksual dan sifat
agresif, juga mendorong ego untuk menggantikan tujuan
realistik dengan tujuan moralistik, serta mengejar kesempurnaan. Secara
umum perilaku manusia bertujuan dan mengarah pada tujuan untuk meredakan
ketegangan, menolak kesakitan dan mencari kenikmatan. Kegagalan dalam pemenuhan
kebutuhan seksual mengarah pada perilaku neurosis. Latihan pengalaman dimasa
kanak-kanak berpengaruh penting pada perilaku masa dewasa dan diulangi pada
transferensi selama proses perilaku.
BEHAVIORISME
Aliran
behaviorisme memperlakukan manusia sebagai mesin, yaitu di dalam suatu sistem
kompleks yang bertingkah laku menurut cara-cara yang sesuai dengan hukum. Dalam
pandangan kaum behavioris, individu digambarkan sebagai suatu organisme yang
bersifat baik, teratur, dan ditentukan sebelumnya, dengan banyak spontanitas,
kegembiraan hidup, berkreativitas, seperti alat pengatur panas. Jadi, manusia
dilihat oleh para behavioris sebagai orang-orang yang memberikan respons secara
pasif terhadap stimulus-stimulus dari luar dan manusia di anggap tidak memiliki
diri sendiri.
Behaviorisme
menekankan perspektif psikologi pada tingkah laku manusia, yakni bagaimana
individu dapat memiliki tingkah laku baru, menjadi lebih terampil, dan menjadi
lebih mengetahui. Behaviorisme memandang individu sebagai makhluk reaktif yang
memberi respon terhadap lingkungan, pengalaman, dan pemeliharaan atas bentuk
perilakunya. Tujuan aliran psikologi Behaviorisme adalah mencoba memprediksi
dan mengontrol perilaku manusia sebagai introspeksi dan evaluasi terhadap
tingkah laku yang dapat diamati, bukan pada ranah kesadaran. Hakikat
aliran Behaviorisme adalah teori belajar, bagaimana individu memiliki tingkah
laku baru, menjadi lebih terampil, menjadi lebih tahu. Kepribadian
dapat dipahami dengan mempertimbangkan perkembangan tingkah laku dalam
hubungannya yang terus menerus dengan lingkungannya. Menurut B.F. Skinner, cara
efektif untuk mengubah dan mengontrol tingkah laku adalah dengan melakukan
penguatan (reinforcement) dan pemberian hukuman (punishment).
Jadi, yang menjadi prinsip umum dalam aliran Behaviorisme adalam tingkah laku
sebagai objek, refleks atas semua bentuk tingkah laku, dan pembentukan
kebiasaan dalam individu.
HUMANISTIK
Menurut aliran humanistik kepribadian
yang sehat, individu dituntut untuk mengembangkan potensi yang terdapat didalam
dirinya sendiri. Bukan saja mengandalakan pengalaman-pengalaman yang terbentuk
pada masa lalu dan memberikan diri untuk belajar mengenai suatu pola mengenai
yang baik dan benar sehingga menghasilkan respon individu yang bersifat pasif. Ciri dari kepribadian sehat adalah
mengatualisasikan diri, bukan respon pasif buatan atau individu yang
terimajinasikan oleh pengalaman-pengalaman masa lalu. Aktualisasi diri adalah
mampu mengedepankan keunikan dalam pribadi setiap individu, karena setiap individu
memiliki hati nurani dan kognisi untuk menimbang-nimbang segala sesuatu yang
menjadi kebutuhannya. Humanistik menegaskan adanya keseluruhan kapasitas
martabat dan nilai kemanusiaan untuk menyatakan diri.
Bagi ahli-ahli psikologi
humanistik, manusia jauh lebih banyak memiliki potensi. Manusia harus dapat
mengatasi masa lampau, kodrat biologis, dan ciri-ciri lingkungan. Manusia juga
harus berkembang dan tumbuh melampaui kekuatan-kekuatan negatif yang secara
potensial menghambat. Gambaran ahli psikologi humanistik
tentang kodrat manusia adalah optimis dan penuh harapan. Mereka percaya
terhadap kapasitas manusia untuk memperluas, memperkaya, mengembangkan, dan
memenuhi dirinya, untuk menjadi semuanya menurut kemampuan yang ada. Aliran
Humanistik juga memfokuskan diri pada kemampuan manusia untuk berfikir secara
sadar dan rasional dalam mengendalikan hasrat biologisnya guna meraih potensi
maksimal. Manusia bertanggung jawab terhadap hidup dan perbuatannya serta
mempunyai kebebasan dan kemampuan untuk mengubah sikap dan perilaku mereka.
D. Pendapat Allport
Menurut
Allport, faktor utama tingkah lalu orang dewasa yang matang adalah sifat-sifat
yang terorganisir dan selaras yang mendorong dan membimbing tingkah laku
menurut prinsip otonomi fungsional.
Tujuh kriteria kematangan ini merupakan pandangan–pandangan Allport tentang sifat-sifat khusus dari kepribadian sehat :
·
Perluasan Perasaan
Diri.
·
Hubungan diri yang
hangat dengan orang–orang lain.
·
Keamanan Emosional.
·
Persepsi realistis.
·
Keterampilan-keterampilan
dan tugas-tugas.
·
Pemahaman diri.
·
Filsafat hidup yang
mempersatukan
Ciri-Ciri
Kepribadian yang Matang Menurut Allport :
Menurut
Allport, faktor utama tingkah lalu orang dewasa yang matang adalah sifat-sifat
yang terorganisir dan selaras yang mendorong dan membimbing tingkah laku
menurut prinsip otonomi fungsional. Kualitas Kepribadian yang matang menurut
allport sebagai berikut:
1. Ekstensi sense of self
· Kemampuan berpartisipasi
dan menikmati kegiatan dalam
jangkauan yang luas.
· Kemampuan diri dan
minat-minatnya dengan orang lain beserta
minat mereka.
· Kemampuan merencanakan
masa depan (harapan dan rencana)
2. Hubungan hangat/akrab dengan orang lain, Kapasitas
intimacy (hubungan kasih dengan keluarga dan teman) dan compassion
(pengungkapan hubungan yang penuh hormat dan menghargai dengan setiap orang)
3. Penerimaan diri
Kemampuan untuk mengatasi
reaksi berlebih hal-hal yang menyinggung dorongan khusus (misal: mengolah
dorongan seks) dan menghadapi rasa frustasi, kontrol diri, presan proporsional.
4. Pandangan-pandangan realistis, keahlian dan penugasan
Kemampuan memandang orang
lain, objek, dan situasi. Kapasitas dan minat dalam penyelesaian masalah,
memiliki keahlian dalam penyelesain tugas yang dipilih, mengatasi pelbagai
persoalan tanpa panik, mengasihani diri, atau tingkah laku lain yang merusak.
5. Objektifikasi diri: insight dan humor
Kemampuan diri untuk
objektif dan memahami tentang diri dan orang lain. Humor tidak sekedar
menikmati dan tertawa tapi juga mampu menghubungkan secara positif pada saat
yang sama pada keganjilan dan absurditas diri dan orang lain.
6. Filsafat Hidup
Ada latar belakang yang
mendasari semua yang dikerjakannya yang memberikan tujuan dan arti. Contohnya
lewat agama. Untuk memahami orang dewasa kita membutuhkan gambaran tujuan dan
aspirasinya. Tidak semua orang dewasa memiliki kedewasaan yang matang. Bisa
saja seseorang melakukan sesuatu hal tanpa tahu apa yang ia lakukan.
DAFTAR PUSTAKA
Yustinus Semiun. OFM.
2006. Kesehatan Mental. Yogyakarta : Kanisius
http://evaruspita.blogspot.com/2014/04/teori-kepribadian-sehat-menurut-allport.html
http://gracethelovers.blogspot.com/2012/04/kepribadian-sehat-menurut-humanistik.html
Jumat, 06 Maret 2015
TEORI KEPRIBADIAN SEHAT
A. Aliran Psikoanalisa
Teori psikologi Freud
didasari pada keyakinan bahwa dalam diri manusia terdapat suatu energi psikis
yang sangat dinamis. Energi psikis inilah yang mendorong individu untuk
bertingkah laku. Menurut psikoanalisis, energi psikis itu berasumsi pada fungsi
psikis yang berbeda yaitu: Id, Ego dan Super Ego.
Kepribadian yang sehat
menurut psikoanalisis:
Menurut freud kepribadian
yang sehat yaitu jika individu bergerak menurut pola perkembangan yang ilmiah.
Kemampuan dalam mengatasi
tekanan dan kecemasan, dengan belajar.
Mental yang sehat ialah
seimbangnya fungsi dari superego terhadap id dan ego.
Tidak mengalami gangguan dan
penyimpangan pada mentalnya.
Dapat menyesuaikan keadaan
dengan berbagai dorongan dan keinginan.
B. Aliran Behavioristik
Aliran behaviorisme
mempunyai 3 ciri penting:
a. Menekankan pada respon-respon yang
dikondisikan sebagai elemen dari perilaku.
b. Menekankan pada perilaku yang dipelajari dari pada perilaku yang tidak dipelajari. Behaviorisme menolak kecenderungan pada perilaku yang bersifat bawaan.
b. Menekankan pada perilaku yang dipelajari dari pada perilaku yang tidak dipelajari. Behaviorisme menolak kecenderungan pada perilaku yang bersifat bawaan.
c. Memfokuskan pada perilaku binatang.
Menurutnya, tidak ada perbedaan alami antara perilaku manusia dan perilaku
binatang. Kita dapat belajar banyak tentang perilaku kita sendiri dari studi
tentang apa yang dilakukan binatang.
Kepribadian yang sehat
menurut behavioristik:
Memberikan respon terhadap
faktor dari luar seperti orang lain dan
lingkungannya.
Bersifat sistematis dan
bertindak dengan dipengaruhi oleh pengalaman.
Sangat dipengaruhi oleh
faktor eksternal, karena manusia tidak memiliki sikap dengan bawaan sendiri.
Menekankan pada tingkah laku
yang dapat diamati dan menggunakan metode yang obyektif.
DAFTAR PUSTAKA
Yustinus Semiun. OFM.
2006. Kesehatan Mental. Yogyakarta
: Kanisius
KESEHATAN MENTAL
A. ORIENTASI KESEHATAN MENTAL
Menurut WHO, kesehatan
mental adalah suatu kondisi ‘sejahtera’ dimana individu dapat merealisasikan kecakapannya,
dapat melakukan coping terhadap tekanan hidup yang normal, bekerja dengan
produktif dan memiliki konstribusi dalam kehidupan di komunitasnya.
Assagioli, (Ihrom, 2008)
mendefinisikan, kesehatan mental adalah terwujudnya integritas kepribadian,
keselarasan dengan jati diri, pertumbuhan ke arah realisasi diri, dan ke arah
hubungan yang sehat dengan orang lain.
Menurut Jahoda (Ihrom,
2008), kesehatan mental mencakup :
a. Sikap kepribadian yang baik terhadap diri sendiri,
kemampuan mengenali
diri dengan baik.
b. Pertumbuhan dan perkembangan serta perwujudan diri yang
baik.
c. Keseimbangan mental, kesatuan pandangan dan ketahanan
terhadap
segala tekanan.
d. Otonomi diri yang mencakup unsur-unsur pengatur kelakuan dari dalam
atau
kelakuan-kelakuan bebas.
B. KONSEP SEHAT
Konsep sehat dan kesehatan merupakan dua hal yang
hampir sama tapi berbeda.Konsep sehat menurut Parkins (1938)
adalah suatu keadaan seimbang yang dinamis antara bentuk dan fungsi tubuh dan
berbagai faktor yang berusaha mempengaruhinya. Sementara menurut White (1977),
sehat adalah suatu keadaan di mana seseorang pada waktu diperiksa tidak
mempunyai keluhan ataupun tidak terdapat tanda-tanda suatu penyakit dan
kelainan.
Pengertian
sehat menurut WHO adalah suatu keadaan yang sempurna baik fisik,
mental dan sosial tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan.
Sehat
dapat dikatakan, sesuatu kondisi normal secara emosi (EQ), intelektual (IQ),
spiritual (SQ) dan social. Dari pernyataan diatas sudah didapat tentang dimensi
sehat, berikut pemahamannya:
Fisik
Dikatakan sehat bila secara
fisiologi (fisik) terlihat normal tidak cacat, tidak mudah sakit, tidak
kekurangan sesuatu apapun.
Emosi
Orang yang sehat secara
emosi dapat terlihat dari kestabilan dan kemampuannya mengontrol dan
mengeskripsikan perasaan (marah, sedih, atau senang) secara tidak berlebihan.
Mampu mendisiplinkan diri.
Intelektual
Dikatakan sehat secara
intelektual yaitu jika seseorang memiliki kecerdasan dalam kategori yang baik
mampu melihat realitas. Memiliki nalar yang baik dalam memecahkan , masalah
atau mengambil keputusan.
Spiritual
Sementara orang yang sehat
secara spiritual adalah mereka yang memiliki suatu kondisi ketenangan jiwa
dengan id mereka secara rohani dianggap sehat karena pikirannya jernih tidak
melakukan atau bertindak hal-hal yang diluar batas kewajaran sehingga bisa
berfikir rasional.
Sosial
Sehat secara social dapat
dikatakan mereka yang bisa berinteraksi dan berhubungan baik dengan sekitarnya,
serta mampu untuk bekerja sama.
C. Sejarah Perkembangan
Kesehatan Mental
Sejarah
perkembangan kesehatan mental pertama kali itu pada jaman nenek moyang yang
mengalami gangguan mental seperti halnya homo sapiens sendiri. Mereka mengalami
kecelakaan dan demam yang merusak mental. Jadilah manusia yang dengan rasa putus
asa selalu berusaha buat menjelaskan tentang penyakit mental. Dengan kesehatan
mental ini kita dapat bandingkan dengan mata uang yang mempunyai dua sisi yang
di sisi satunya sakit dan yang di sisi satunya lagi baik.
Perlu
diketahui disini sejarah tercatat melaporkan berbagai macam interpretasi
mengenai penyakit mental dan cara menghilangkannya. Hal ini disebabkan oleh dua
alasan , yaitu (1) Sifat dari masalah yang disebabkan oleh tingkah laku
abnormal membuatnya menjadi merasa ketakutan. (2) Perkembangan semua ilmu pengetahuan
begitu lambat, dan banyak kemajuan yang sangat penting. Pada masa awal awal
orang yang sakit mental dapat dipahami secara seluruh sering diperlakukan
dengan kurang baik. Di jaman prasejarah pun manusia purba sering kali mengalami
gangguan mental baik fisik maupun gangguan gangguan yang baik. Di jaman
prasejarah ini juga terdapat perawatan-perawatan untuk penyakit gangguan mental
yaitu:
menggosok, menjilat, mengisap dan memotong.
Sejarah
kesehatan mental tidaklah sejelas sejarah ilmu kedokteran. Ini terutama karna
masalah mental bukan merupakan masalah fisik yang dengan mudah dapat diamati
dan terlihat. Hal ini lebih karna mereka sehari-hari hidup bersama sehingga
tingkah laku yang mengindikasikan gangguan mental dianggap hal yang biasa bukan
lagi sebagai gangguan.
Perkembangan
Kesehatan Mental Pra Ilmiah
1. Masa Animisme
Orang Yunani percaya bahwa
gangguan mental terjadi karena dewa marah dan membawa pergi jiwanya. Untuk
menghindari kemarahannya, maka mereka mengadakan perjamuan pesta (sesaji) dengan
mantra dari korban yang mereka persembahkan. Praktik-praktik semacam tersebut
berlangsung mulai dari abad 7-5 SM. Setelah kemunculan naturalisme, maka
praktik semacam itupun kian berkurang, walaupun kepercayaan tentang penyakit
mental tersebut berasal dari roh-roh jahat tetap bertahan sampai abad
pertengahan.
2. Kemunculan Naturalisme
Perubahan sikap terhadap
tradisi animisme terjadi pada zaman Hipocrates (460-467). Aliran ini
berpendapat bahwa gangguan mental atau fisik merupakan akibat dari alam. Hipocrastes
menolak pengaruh roh, dewa, setan atau hantu sebagai penyebab sakit. Ide
naturalistik ini kemudian dikembangkan oleh Galen, seorang tabib dalam lapangan
pekerjaan pemeriksaan atau pembedahan hewan.
Dalam perkembangan
selanjutnya, pendekatan naturalistik ini tidak dipergunakan lagi di kalangan
orang-orang Kristen. Seorang dokter Perancis, Philipe Pinel (1745-1826)
menggunakan filasafat politik dan sosial yang baru untuk memecahkan problem
penyakit mental. Dia telah terpilih menjadi kepala Rumah Sakit Bicetre di
Paris. Di rumah sakit ini, para pasiennya (yang maniak) dirantai, diikat di
tembok dan di tempat tidur. Para pasien yang telah dirantai selama 20 tahun
atau lebih karena dipandang sangat berbahaya dibawa jalan-jalan di sekitar
rumah sakit. Akhirnya, diantara mereka banyak yang berhasil. Mereka tidak lagi
menunjukkan kecenderungan untuk melukai atau merusak dirinya sendiri.
Perkembangan
Kesehatan Mental Era Modern
Perubahan yang sangat
berarti dalam sikap dan pengobatan gangguan mental, yaitu dari animisme (irrasional) dan
tradisional ke sikap dan cara yang rasional (ilmiah), terjadi pada saat berkembangnya psikologi
abnormal dan psikiatri di Amerika Serikat, yaitu pada tahun 1783. Perkembangan
psikologi abnormal dan pskiatri ini memberikan pengaruh kepada lahirnya ”mental hygiene”
yang berkembang menjadi suatu ”Body of Knowledge” beserta gerakan-gerakan yang
terorganisir.
Perkembangan kesehatan
mental dipengaruhi oleh gagasan, pemikiran dan inspirasi para ahli, terutama
dari dua tokoh perintis, yaitu Dorothea Lynde Dixdan Clifford Whittingham
Beers. Pada tahun 1909, gerakan kesehatan mental secara formal mulai muncul.
Selama dekade 1900-1909, beberapa organisasi kesehatan mental telah didirikan,
seperti American Social Hygiene
Associatin(ASHA), dan American Federatio for Sex Hygiene.
Perkembangan gerakan-gerakan
di bidang kesehatan mental ini tidak lepas dari jasa Clifford Whittingham Beers
(1876-1943). Bahkan, karena jasa-jasanya itulah, dia dinobatkan sebagai ”The Founder Of The Mental
Hygiene Movement”. Dia terkenal karena pengalamannya yang luas
dalam bidang pencegahan dan pengobatan gangguan mental dengan cara yang sangat
manusiawi.
Pada tahun 1950, organisasi
kesehatan mental terus bertambah, yaitu dengan berdirinya ”National Association For
Mental Health” yang bekerjasama dengan tiga organisasi swadaya
masyarakat lainnya, yaitu ”National Committee For Mental Hygiene”, ”National Mental Health
Foundation”, dan ”Psychiatric Foundation”.
Gerakan kesehatan mental ini
terus berkembang sehingga pada tahun 1075 di Amerika Serikat terdapat lebih
dari seribu tempat perkumpulan kesehatan mental. Di belahan dunia lainnya,
gerakan ini dikembangkan melalui ”The World Federation For Mental Health” dan “The World Health
Organization”.
D. Pendekatan
Kesehatan Mental
Orientasi Klasik
Orientasi klasik yang
umumnya digunakan dalam kedokteran termasuk psikiatri mengartikan sehat sebagai
kondisi tanpa keluhan, baik fisik maupun mental. Orang yang sehat adalah orang
yang tidak mempunyai keluhan tentang keadaan fisik dan mentalnya. Sehat fisik
artinya tidak ada keluhan fisik. Sedang sehat mental artinya tidak ada keluhan
mental.
Orientasi Penyesuaian Diri
Orientasi Penyesuaian Diri
Dengan menggunakan orientasi penyesuaian diri, pengertian sehat mental tidak
dapat dilepaskan dari konteks lingkungan tempat individu hidup. Oleh karena
kaitannya dengan standar norma lingkungan terutama norma sosial dan budaya,
kita tidak dapat menentukan sehat atau tidaknya mental seseorang dari kondisi
kejiwaannya semata. Ukuran sehat mental didasarkan juga pada hubungan antara
individu dengan lingkungannya. Seseorang yang dalam masyarakat tertentu
digolongkan tidak sehat atau sakit mental bisa jadi dianggap sangat sehat
mental dalam masyarakat lain.
Orientasi
Pengembangan Potensi
Orientasi Pengembangan
Potensi Seseorang dikatakan mencapai taraf kesehatan jiwa, bila ia
mendapat kesempatan untuk mengembangkan potensialitasnya menuju
kedewasaan, ia bisa dihargai oleh orang lain dan dirinya sendiri. Dalam
psiko-terapi (Perawatan Jiwa) ternyata yang menjadi pengendali utama dalam
setiap tindakan dan perbuatan seseorang bukanlah akal pikiran semata-mata, akan
tetapi yang lebih penting dan kadang-kadang sangat menentukan adalah perasaan.
DAFTAR PUSTAKA
Yustinus Semiun. OFM. 2006. Kesehatan
Mental. Yogyakarta : Kanisius
Siswanto. S. Psi. Msi. 2007. Kesehatan Mental, Konsep, Cakupan dan Perkembangan. Yogyakarta: Andi.
Siswanto. S. Psi. Msi. 2007. Kesehatan Mental, Konsep, Cakupan dan Perkembangan. Yogyakarta: Andi.
Nasrudin, Endin. 2009. Psikologi Agama.
Bandung: Qutub Production
staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/…./kesehatan-mental.pdf
Rabu, 21 Januari 2015
PENGALAMAN SEMESTER 3
Pengalaman
saya disemester 3 ini dimulai sejak masuk dikelas 2PA06. Teman ditingkat 1 yang
sekarang sekelas hanya ada 2 orang. Awal masuk kelas saya merasa asing dengan
teman-teman didalam kelas tersebut anak-anaknya
terlihat agak jutek dan sombong. Awalnya saya merasa ragu untuk berinteraksi
dengan mereka. Tetapi seiring jalannya waktu saya memberanikan diri untuk
berinteraksi dengan mereka semuanya hasilnya saya merasa nyaman dikelas
sekarang. Ternyata dari ke jutekan tersebut hati mereka baik.
Saya juga
bisa menilai sifat-sifat dari mereka ada yang jutek, pendiam, jail , baik,
pinter, heboh dan lain-lain. Dari sifat tersebut justru menjadi kelas yang
kompak, nyaman, asik. Saya merasa lebih nyaman lagi karena saya mempunyai teman
dekat yang menyenangkan yaitu sinta, anatasya, gina dan marlisa. Walaupun terkadang
mereka menyebalkan tapi dari itu semua mereka baik dan kompak. Saya hanya
berharap dikelas 2PA06 ini semua anak-anaknya lebih kompak lagi dalam hal
apapun. Dan semoga kita semua bisa menjadi seorang psikologi sukses yang dapat
membahagiakan orang tua.
Rabu, 07 Januari 2015
TEST PSIKOLOGI ONLINE & PSIKOTERAPI KLINIS DENGAN METODE BANTUAN INTERNET
Berikut adalah hasil screenshoot
Tes IQ & Kepribadian dengan judul kesabaran:
Kebanyakan psikoterapi cenderung berfokus pada pemecahan masalah dan berorientasi pada tujuan. Itu berarti pada awal perawatan, Anda dan terapis Anda memutuskan perubahan spesifik yang Anda ingin lakukan dalam kehidupan Anda. Tujuan ini akan sering dipecah ke dalam tujuan dicapai lebih kecil dan dimasukkan ke dalam rencana pengobatan formal. Sebagian psikoterapis hari bekerja dan fokus pada membantu Anda untuk mencapai tujuan tersebut. Hal ini dilakukan hanya melalui berbicara dan membahas teknik yang dapat menyarankan terapis yang dapat membantu Anda lebih menavigasi daerah-daerah yang sulit dalam kehidupan Anda. Seringkali psikoterapi akan membantu mengajar orang tentang gangguan mereka juga, dan menyarankan mekanisme bertahan tambahan bahwa orang tersebut dapat menemukan lebih efektif. Kebanyakan psikoterapi hari ini adalah jangka pendek dan berlangsung kurang dari setahun. Kebanyakan gangguan mental yang umum sering dapat diatasi dalam waktu tersebut, sering dengan kombinasi psikoterapi dan obat-obatan .
PENGERTIAN PSIKOTERAPI
Psikoterapi adalah proses difokuskan
untuk membantu Anda menyembuhkan dan konstruktif belajar lebih banyak bagaimana
cara untuk menangani masalah atau isu-isu dalam kehidupan Anda. Hal ini juga
dapat menjadi proses yang mendukung ketika akan melalui periode yang sulit atau
stres meningkat, seperti memulai karier baru atau akan mengalami perceraian.
Umumnya psikoterapi dianjurkan bila seseorang bergulat dengan
kehidupan, masalah hubungan atau kerja atau masalah kesehatan mental tertentu,
dan isu-isu atau masalah yang menyebabkan banyak individu yang besar rasa sakit
atau marah selama lebih dari beberapa hari. Ada pengecualian untuk aturan umum, tetapi
sebagian besar, tidak ada salahnya untuk pergi ke terapi bahkan jika Anda tidak
sepenuhnya yakin Anda akan mendapat manfaat dari itu. Jutaan orang mengunjungi
psikoterapis setiap tahun, dan sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa
orang yang melakukannya manfaat dari interaksi. Kebanyakan terapis juga akan
jujur dengan Anda jika mereka yakin Anda tidak akan mendapatkan keuntungan atau
pendapat mereka, tidak perlu psikoterapi.
Psikoterapi modern sangat berbeda dengan
versi Hollywood. Biasanya, kebanyakan orang melihat terapis mereka sekali
seminggu selama 50 menit. Untuk obat-janji saja, sesi akan bersama seorang
perawat kejiwaan atau psikiater dan cenderung terakhir hanya 15 sampai 20
menit. Janji ini pengobatan cenderung dijadwalkan sekali per bulan atau sekali
setiap enam minggu.
Kebanyakan psikoterapi cenderung berfokus pada pemecahan masalah dan berorientasi pada tujuan. Itu berarti pada awal perawatan, Anda dan terapis Anda memutuskan perubahan spesifik yang Anda ingin lakukan dalam kehidupan Anda. Tujuan ini akan sering dipecah ke dalam tujuan dicapai lebih kecil dan dimasukkan ke dalam rencana pengobatan formal. Sebagian psikoterapis hari bekerja dan fokus pada membantu Anda untuk mencapai tujuan tersebut. Hal ini dilakukan hanya melalui berbicara dan membahas teknik yang dapat menyarankan terapis yang dapat membantu Anda lebih menavigasi daerah-daerah yang sulit dalam kehidupan Anda. Seringkali psikoterapi akan membantu mengajar orang tentang gangguan mereka juga, dan menyarankan mekanisme bertahan tambahan bahwa orang tersebut dapat menemukan lebih efektif. Kebanyakan psikoterapi hari ini adalah jangka pendek dan berlangsung kurang dari setahun. Kebanyakan gangguan mental yang umum sering dapat diatasi dalam waktu tersebut, sering dengan kombinasi psikoterapi dan obat-obatan .
Psikoterapi yang paling berhasil ketika individu memasuki terapi
sendiri dan memiliki keinginan kuat untuk berubah. Jika Anda tidak ingin
mengubah, perubahan akan lambat datang. Ubah berarti mengubah aspek-aspek
kehidupan Anda yang tidak bekerja untuk Anda lagi, atau berkontribusi masalah
atau isu yang sedang berlangsung. Hal ini juga yang terbaik untuk menjaga
pikiran yang terbuka sedangkan di psikoterapi, dan bersedia untuk mencoba hal
baru yang biasanya Anda tidak dapat melakukannya. Psikoterapi sering sekitar
menantang seseorang ada serangkaian keyakinan dan sering, seseorang sangat
diri. Hal ini paling berhasil apabila seseorang mampu dan mau untuk mencoba
melakukan hal ini dalam lingkungan yang aman dan mendukung.
Ada tiga ciri utama
psikoterapi, yaitu:
- Dari segi proses : berupa interaksi antara dua
pihak, formal, profesional, legal dan menganut kode etik psikoterapi.
- Dari segi tujuan : untuk mengubah kondisi psikologis
seseorang, mengatasi masalah psikologis atau meningkatkan potensi
psikologis yang sudah ada.
- Dari segi tindakan: seorang psikoterapis melakukan
tindakan terapi berdasarkan ilmu psikologi modern yang sudah teruji
efektivitasnya.
Psikoterapi didasarkan pada
fakta bahwa aspek-aspek mental manusia seperti cara berpikir, proses emosi,
persepsi, believe system, kebiasaan dan pola perilaku bisa diubah dengan
pendekatan psikologis. Tujuan psikoterapi antara lain:
·
Menghapus, mengubah atau mengurangi gejala
gangguan psikologis.
·
Mengatasi pola perilaku yang terganggu.
·
Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan
kepribadian yang positif.
·
Memperkuat motivasi klien untuk melakukan hal
yang benar.
·
Menghilangkan atau mengurangi tekanan
emosional.
·
Mengembangkan potensi klien.
·
Mengubah kebiasaan menjadi lebih baik.
·
Memodifikasi struktur kognisi (pola pikiran).
·
Memperoleh pengetahuan tentang diri /
pemahaman diri.
·
Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan
interaksi sosial.
·
Meningkatkan kemampuan dalam mengambil
keputusan.
·
Membantu penyembuhan penyakit fisik.
·
Meningkatkan kesadaran diri.
·
Membangun kemandirian dan ketegaran untuk
menghadapi masalah.
·
Penyesuaian lingkungan sosial demi tercapai
perubahan dan masih banyak lagi.
SUMBER
http://www.psikoterapis.com/?en_apa-itu-psikoterapi-,6
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)

















