Jumat, 06 Maret 2015
TEORI KEPRIBADIAN SEHAT
A. Aliran Psikoanalisa
Teori psikologi Freud
didasari pada keyakinan bahwa dalam diri manusia terdapat suatu energi psikis
yang sangat dinamis. Energi psikis inilah yang mendorong individu untuk
bertingkah laku. Menurut psikoanalisis, energi psikis itu berasumsi pada fungsi
psikis yang berbeda yaitu: Id, Ego dan Super Ego.
Kepribadian yang sehat
menurut psikoanalisis:
Menurut freud kepribadian
yang sehat yaitu jika individu bergerak menurut pola perkembangan yang ilmiah.
Kemampuan dalam mengatasi
tekanan dan kecemasan, dengan belajar.
Mental yang sehat ialah
seimbangnya fungsi dari superego terhadap id dan ego.
Tidak mengalami gangguan dan
penyimpangan pada mentalnya.
Dapat menyesuaikan keadaan
dengan berbagai dorongan dan keinginan.
B. Aliran Behavioristik
Aliran behaviorisme
mempunyai 3 ciri penting:
a. Menekankan pada respon-respon yang
dikondisikan sebagai elemen dari perilaku.
b. Menekankan pada perilaku yang dipelajari dari pada perilaku yang tidak dipelajari. Behaviorisme menolak kecenderungan pada perilaku yang bersifat bawaan.
b. Menekankan pada perilaku yang dipelajari dari pada perilaku yang tidak dipelajari. Behaviorisme menolak kecenderungan pada perilaku yang bersifat bawaan.
c. Memfokuskan pada perilaku binatang.
Menurutnya, tidak ada perbedaan alami antara perilaku manusia dan perilaku
binatang. Kita dapat belajar banyak tentang perilaku kita sendiri dari studi
tentang apa yang dilakukan binatang.
Kepribadian yang sehat
menurut behavioristik:
Memberikan respon terhadap
faktor dari luar seperti orang lain dan
lingkungannya.
Bersifat sistematis dan
bertindak dengan dipengaruhi oleh pengalaman.
Sangat dipengaruhi oleh
faktor eksternal, karena manusia tidak memiliki sikap dengan bawaan sendiri.
Menekankan pada tingkah laku
yang dapat diamati dan menggunakan metode yang obyektif.
DAFTAR PUSTAKA
Yustinus Semiun. OFM.
2006. Kesehatan Mental. Yogyakarta
: Kanisius
KESEHATAN MENTAL
A. ORIENTASI KESEHATAN MENTAL
Menurut WHO, kesehatan
mental adalah suatu kondisi ‘sejahtera’ dimana individu dapat merealisasikan kecakapannya,
dapat melakukan coping terhadap tekanan hidup yang normal, bekerja dengan
produktif dan memiliki konstribusi dalam kehidupan di komunitasnya.
Assagioli, (Ihrom, 2008)
mendefinisikan, kesehatan mental adalah terwujudnya integritas kepribadian,
keselarasan dengan jati diri, pertumbuhan ke arah realisasi diri, dan ke arah
hubungan yang sehat dengan orang lain.
Menurut Jahoda (Ihrom,
2008), kesehatan mental mencakup :
a. Sikap kepribadian yang baik terhadap diri sendiri,
kemampuan mengenali
diri dengan baik.
b. Pertumbuhan dan perkembangan serta perwujudan diri yang
baik.
c. Keseimbangan mental, kesatuan pandangan dan ketahanan
terhadap
segala tekanan.
d. Otonomi diri yang mencakup unsur-unsur pengatur kelakuan dari dalam
atau
kelakuan-kelakuan bebas.
B. KONSEP SEHAT
Konsep sehat dan kesehatan merupakan dua hal yang
hampir sama tapi berbeda.Konsep sehat menurut Parkins (1938)
adalah suatu keadaan seimbang yang dinamis antara bentuk dan fungsi tubuh dan
berbagai faktor yang berusaha mempengaruhinya. Sementara menurut White (1977),
sehat adalah suatu keadaan di mana seseorang pada waktu diperiksa tidak
mempunyai keluhan ataupun tidak terdapat tanda-tanda suatu penyakit dan
kelainan.
Pengertian
sehat menurut WHO adalah suatu keadaan yang sempurna baik fisik,
mental dan sosial tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan.
Sehat
dapat dikatakan, sesuatu kondisi normal secara emosi (EQ), intelektual (IQ),
spiritual (SQ) dan social. Dari pernyataan diatas sudah didapat tentang dimensi
sehat, berikut pemahamannya:
Fisik
Dikatakan sehat bila secara
fisiologi (fisik) terlihat normal tidak cacat, tidak mudah sakit, tidak
kekurangan sesuatu apapun.
Emosi
Orang yang sehat secara
emosi dapat terlihat dari kestabilan dan kemampuannya mengontrol dan
mengeskripsikan perasaan (marah, sedih, atau senang) secara tidak berlebihan.
Mampu mendisiplinkan diri.
Intelektual
Dikatakan sehat secara
intelektual yaitu jika seseorang memiliki kecerdasan dalam kategori yang baik
mampu melihat realitas. Memiliki nalar yang baik dalam memecahkan , masalah
atau mengambil keputusan.
Spiritual
Sementara orang yang sehat
secara spiritual adalah mereka yang memiliki suatu kondisi ketenangan jiwa
dengan id mereka secara rohani dianggap sehat karena pikirannya jernih tidak
melakukan atau bertindak hal-hal yang diluar batas kewajaran sehingga bisa
berfikir rasional.
Sosial
Sehat secara social dapat
dikatakan mereka yang bisa berinteraksi dan berhubungan baik dengan sekitarnya,
serta mampu untuk bekerja sama.
C. Sejarah Perkembangan
Kesehatan Mental
Sejarah
perkembangan kesehatan mental pertama kali itu pada jaman nenek moyang yang
mengalami gangguan mental seperti halnya homo sapiens sendiri. Mereka mengalami
kecelakaan dan demam yang merusak mental. Jadilah manusia yang dengan rasa putus
asa selalu berusaha buat menjelaskan tentang penyakit mental. Dengan kesehatan
mental ini kita dapat bandingkan dengan mata uang yang mempunyai dua sisi yang
di sisi satunya sakit dan yang di sisi satunya lagi baik.
Perlu
diketahui disini sejarah tercatat melaporkan berbagai macam interpretasi
mengenai penyakit mental dan cara menghilangkannya. Hal ini disebabkan oleh dua
alasan , yaitu (1) Sifat dari masalah yang disebabkan oleh tingkah laku
abnormal membuatnya menjadi merasa ketakutan. (2) Perkembangan semua ilmu pengetahuan
begitu lambat, dan banyak kemajuan yang sangat penting. Pada masa awal awal
orang yang sakit mental dapat dipahami secara seluruh sering diperlakukan
dengan kurang baik. Di jaman prasejarah pun manusia purba sering kali mengalami
gangguan mental baik fisik maupun gangguan gangguan yang baik. Di jaman
prasejarah ini juga terdapat perawatan-perawatan untuk penyakit gangguan mental
yaitu:
menggosok, menjilat, mengisap dan memotong.
Sejarah
kesehatan mental tidaklah sejelas sejarah ilmu kedokteran. Ini terutama karna
masalah mental bukan merupakan masalah fisik yang dengan mudah dapat diamati
dan terlihat. Hal ini lebih karna mereka sehari-hari hidup bersama sehingga
tingkah laku yang mengindikasikan gangguan mental dianggap hal yang biasa bukan
lagi sebagai gangguan.
Perkembangan
Kesehatan Mental Pra Ilmiah
1. Masa Animisme
Orang Yunani percaya bahwa
gangguan mental terjadi karena dewa marah dan membawa pergi jiwanya. Untuk
menghindari kemarahannya, maka mereka mengadakan perjamuan pesta (sesaji) dengan
mantra dari korban yang mereka persembahkan. Praktik-praktik semacam tersebut
berlangsung mulai dari abad 7-5 SM. Setelah kemunculan naturalisme, maka
praktik semacam itupun kian berkurang, walaupun kepercayaan tentang penyakit
mental tersebut berasal dari roh-roh jahat tetap bertahan sampai abad
pertengahan.
2. Kemunculan Naturalisme
Perubahan sikap terhadap
tradisi animisme terjadi pada zaman Hipocrates (460-467). Aliran ini
berpendapat bahwa gangguan mental atau fisik merupakan akibat dari alam. Hipocrastes
menolak pengaruh roh, dewa, setan atau hantu sebagai penyebab sakit. Ide
naturalistik ini kemudian dikembangkan oleh Galen, seorang tabib dalam lapangan
pekerjaan pemeriksaan atau pembedahan hewan.
Dalam perkembangan
selanjutnya, pendekatan naturalistik ini tidak dipergunakan lagi di kalangan
orang-orang Kristen. Seorang dokter Perancis, Philipe Pinel (1745-1826)
menggunakan filasafat politik dan sosial yang baru untuk memecahkan problem
penyakit mental. Dia telah terpilih menjadi kepala Rumah Sakit Bicetre di
Paris. Di rumah sakit ini, para pasiennya (yang maniak) dirantai, diikat di
tembok dan di tempat tidur. Para pasien yang telah dirantai selama 20 tahun
atau lebih karena dipandang sangat berbahaya dibawa jalan-jalan di sekitar
rumah sakit. Akhirnya, diantara mereka banyak yang berhasil. Mereka tidak lagi
menunjukkan kecenderungan untuk melukai atau merusak dirinya sendiri.
Perkembangan
Kesehatan Mental Era Modern
Perubahan yang sangat
berarti dalam sikap dan pengobatan gangguan mental, yaitu dari animisme (irrasional) dan
tradisional ke sikap dan cara yang rasional (ilmiah), terjadi pada saat berkembangnya psikologi
abnormal dan psikiatri di Amerika Serikat, yaitu pada tahun 1783. Perkembangan
psikologi abnormal dan pskiatri ini memberikan pengaruh kepada lahirnya ”mental hygiene”
yang berkembang menjadi suatu ”Body of Knowledge” beserta gerakan-gerakan yang
terorganisir.
Perkembangan kesehatan
mental dipengaruhi oleh gagasan, pemikiran dan inspirasi para ahli, terutama
dari dua tokoh perintis, yaitu Dorothea Lynde Dixdan Clifford Whittingham
Beers. Pada tahun 1909, gerakan kesehatan mental secara formal mulai muncul.
Selama dekade 1900-1909, beberapa organisasi kesehatan mental telah didirikan,
seperti American Social Hygiene
Associatin(ASHA), dan American Federatio for Sex Hygiene.
Perkembangan gerakan-gerakan
di bidang kesehatan mental ini tidak lepas dari jasa Clifford Whittingham Beers
(1876-1943). Bahkan, karena jasa-jasanya itulah, dia dinobatkan sebagai ”The Founder Of The Mental
Hygiene Movement”. Dia terkenal karena pengalamannya yang luas
dalam bidang pencegahan dan pengobatan gangguan mental dengan cara yang sangat
manusiawi.
Pada tahun 1950, organisasi
kesehatan mental terus bertambah, yaitu dengan berdirinya ”National Association For
Mental Health” yang bekerjasama dengan tiga organisasi swadaya
masyarakat lainnya, yaitu ”National Committee For Mental Hygiene”, ”National Mental Health
Foundation”, dan ”Psychiatric Foundation”.
Gerakan kesehatan mental ini
terus berkembang sehingga pada tahun 1075 di Amerika Serikat terdapat lebih
dari seribu tempat perkumpulan kesehatan mental. Di belahan dunia lainnya,
gerakan ini dikembangkan melalui ”The World Federation For Mental Health” dan “The World Health
Organization”.
D. Pendekatan
Kesehatan Mental
Orientasi Klasik
Orientasi klasik yang
umumnya digunakan dalam kedokteran termasuk psikiatri mengartikan sehat sebagai
kondisi tanpa keluhan, baik fisik maupun mental. Orang yang sehat adalah orang
yang tidak mempunyai keluhan tentang keadaan fisik dan mentalnya. Sehat fisik
artinya tidak ada keluhan fisik. Sedang sehat mental artinya tidak ada keluhan
mental.
Orientasi Penyesuaian Diri
Orientasi Penyesuaian Diri
Dengan menggunakan orientasi penyesuaian diri, pengertian sehat mental tidak
dapat dilepaskan dari konteks lingkungan tempat individu hidup. Oleh karena
kaitannya dengan standar norma lingkungan terutama norma sosial dan budaya,
kita tidak dapat menentukan sehat atau tidaknya mental seseorang dari kondisi
kejiwaannya semata. Ukuran sehat mental didasarkan juga pada hubungan antara
individu dengan lingkungannya. Seseorang yang dalam masyarakat tertentu
digolongkan tidak sehat atau sakit mental bisa jadi dianggap sangat sehat
mental dalam masyarakat lain.
Orientasi
Pengembangan Potensi
Orientasi Pengembangan
Potensi Seseorang dikatakan mencapai taraf kesehatan jiwa, bila ia
mendapat kesempatan untuk mengembangkan potensialitasnya menuju
kedewasaan, ia bisa dihargai oleh orang lain dan dirinya sendiri. Dalam
psiko-terapi (Perawatan Jiwa) ternyata yang menjadi pengendali utama dalam
setiap tindakan dan perbuatan seseorang bukanlah akal pikiran semata-mata, akan
tetapi yang lebih penting dan kadang-kadang sangat menentukan adalah perasaan.
DAFTAR PUSTAKA
Yustinus Semiun. OFM. 2006. Kesehatan
Mental. Yogyakarta : Kanisius
Siswanto. S. Psi. Msi. 2007. Kesehatan Mental, Konsep, Cakupan dan Perkembangan. Yogyakarta: Andi.
Siswanto. S. Psi. Msi. 2007. Kesehatan Mental, Konsep, Cakupan dan Perkembangan. Yogyakarta: Andi.
Nasrudin, Endin. 2009. Psikologi Agama.
Bandung: Qutub Production
staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/…./kesehatan-mental.pdf
Rabu, 21 Januari 2015
PENGALAMAN SEMESTER 3
Pengalaman
saya disemester 3 ini dimulai sejak masuk dikelas 2PA06. Teman ditingkat 1 yang
sekarang sekelas hanya ada 2 orang. Awal masuk kelas saya merasa asing dengan
teman-teman didalam kelas tersebut anak-anaknya
terlihat agak jutek dan sombong. Awalnya saya merasa ragu untuk berinteraksi
dengan mereka. Tetapi seiring jalannya waktu saya memberanikan diri untuk
berinteraksi dengan mereka semuanya hasilnya saya merasa nyaman dikelas
sekarang. Ternyata dari ke jutekan tersebut hati mereka baik.
Saya juga
bisa menilai sifat-sifat dari mereka ada yang jutek, pendiam, jail , baik,
pinter, heboh dan lain-lain. Dari sifat tersebut justru menjadi kelas yang
kompak, nyaman, asik. Saya merasa lebih nyaman lagi karena saya mempunyai teman
dekat yang menyenangkan yaitu sinta, anatasya, gina dan marlisa. Walaupun terkadang
mereka menyebalkan tapi dari itu semua mereka baik dan kompak. Saya hanya
berharap dikelas 2PA06 ini semua anak-anaknya lebih kompak lagi dalam hal
apapun. Dan semoga kita semua bisa menjadi seorang psikologi sukses yang dapat
membahagiakan orang tua.
Rabu, 07 Januari 2015
TEST PSIKOLOGI ONLINE & PSIKOTERAPI KLINIS DENGAN METODE BANTUAN INTERNET
Berikut adalah hasil screenshoot
Tes IQ & Kepribadian dengan judul kesabaran:
Kebanyakan psikoterapi cenderung berfokus pada pemecahan masalah dan berorientasi pada tujuan. Itu berarti pada awal perawatan, Anda dan terapis Anda memutuskan perubahan spesifik yang Anda ingin lakukan dalam kehidupan Anda. Tujuan ini akan sering dipecah ke dalam tujuan dicapai lebih kecil dan dimasukkan ke dalam rencana pengobatan formal. Sebagian psikoterapis hari bekerja dan fokus pada membantu Anda untuk mencapai tujuan tersebut. Hal ini dilakukan hanya melalui berbicara dan membahas teknik yang dapat menyarankan terapis yang dapat membantu Anda lebih menavigasi daerah-daerah yang sulit dalam kehidupan Anda. Seringkali psikoterapi akan membantu mengajar orang tentang gangguan mereka juga, dan menyarankan mekanisme bertahan tambahan bahwa orang tersebut dapat menemukan lebih efektif. Kebanyakan psikoterapi hari ini adalah jangka pendek dan berlangsung kurang dari setahun. Kebanyakan gangguan mental yang umum sering dapat diatasi dalam waktu tersebut, sering dengan kombinasi psikoterapi dan obat-obatan .
PENGERTIAN PSIKOTERAPI
Psikoterapi adalah proses difokuskan
untuk membantu Anda menyembuhkan dan konstruktif belajar lebih banyak bagaimana
cara untuk menangani masalah atau isu-isu dalam kehidupan Anda. Hal ini juga
dapat menjadi proses yang mendukung ketika akan melalui periode yang sulit atau
stres meningkat, seperti memulai karier baru atau akan mengalami perceraian.
Umumnya psikoterapi dianjurkan bila seseorang bergulat dengan
kehidupan, masalah hubungan atau kerja atau masalah kesehatan mental tertentu,
dan isu-isu atau masalah yang menyebabkan banyak individu yang besar rasa sakit
atau marah selama lebih dari beberapa hari. Ada pengecualian untuk aturan umum, tetapi
sebagian besar, tidak ada salahnya untuk pergi ke terapi bahkan jika Anda tidak
sepenuhnya yakin Anda akan mendapat manfaat dari itu. Jutaan orang mengunjungi
psikoterapis setiap tahun, dan sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa
orang yang melakukannya manfaat dari interaksi. Kebanyakan terapis juga akan
jujur dengan Anda jika mereka yakin Anda tidak akan mendapatkan keuntungan atau
pendapat mereka, tidak perlu psikoterapi.
Psikoterapi modern sangat berbeda dengan
versi Hollywood. Biasanya, kebanyakan orang melihat terapis mereka sekali
seminggu selama 50 menit. Untuk obat-janji saja, sesi akan bersama seorang
perawat kejiwaan atau psikiater dan cenderung terakhir hanya 15 sampai 20
menit. Janji ini pengobatan cenderung dijadwalkan sekali per bulan atau sekali
setiap enam minggu.
Kebanyakan psikoterapi cenderung berfokus pada pemecahan masalah dan berorientasi pada tujuan. Itu berarti pada awal perawatan, Anda dan terapis Anda memutuskan perubahan spesifik yang Anda ingin lakukan dalam kehidupan Anda. Tujuan ini akan sering dipecah ke dalam tujuan dicapai lebih kecil dan dimasukkan ke dalam rencana pengobatan formal. Sebagian psikoterapis hari bekerja dan fokus pada membantu Anda untuk mencapai tujuan tersebut. Hal ini dilakukan hanya melalui berbicara dan membahas teknik yang dapat menyarankan terapis yang dapat membantu Anda lebih menavigasi daerah-daerah yang sulit dalam kehidupan Anda. Seringkali psikoterapi akan membantu mengajar orang tentang gangguan mereka juga, dan menyarankan mekanisme bertahan tambahan bahwa orang tersebut dapat menemukan lebih efektif. Kebanyakan psikoterapi hari ini adalah jangka pendek dan berlangsung kurang dari setahun. Kebanyakan gangguan mental yang umum sering dapat diatasi dalam waktu tersebut, sering dengan kombinasi psikoterapi dan obat-obatan .
Psikoterapi yang paling berhasil ketika individu memasuki terapi
sendiri dan memiliki keinginan kuat untuk berubah. Jika Anda tidak ingin
mengubah, perubahan akan lambat datang. Ubah berarti mengubah aspek-aspek
kehidupan Anda yang tidak bekerja untuk Anda lagi, atau berkontribusi masalah
atau isu yang sedang berlangsung. Hal ini juga yang terbaik untuk menjaga
pikiran yang terbuka sedangkan di psikoterapi, dan bersedia untuk mencoba hal
baru yang biasanya Anda tidak dapat melakukannya. Psikoterapi sering sekitar
menantang seseorang ada serangkaian keyakinan dan sering, seseorang sangat
diri. Hal ini paling berhasil apabila seseorang mampu dan mau untuk mencoba
melakukan hal ini dalam lingkungan yang aman dan mendukung.
Ada tiga ciri utama
psikoterapi, yaitu:
- Dari segi proses : berupa interaksi antara dua
pihak, formal, profesional, legal dan menganut kode etik psikoterapi.
- Dari segi tujuan : untuk mengubah kondisi psikologis
seseorang, mengatasi masalah psikologis atau meningkatkan potensi
psikologis yang sudah ada.
- Dari segi tindakan: seorang psikoterapis melakukan
tindakan terapi berdasarkan ilmu psikologi modern yang sudah teruji
efektivitasnya.
Psikoterapi didasarkan pada
fakta bahwa aspek-aspek mental manusia seperti cara berpikir, proses emosi,
persepsi, believe system, kebiasaan dan pola perilaku bisa diubah dengan
pendekatan psikologis. Tujuan psikoterapi antara lain:
·
Menghapus, mengubah atau mengurangi gejala
gangguan psikologis.
·
Mengatasi pola perilaku yang terganggu.
·
Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan
kepribadian yang positif.
·
Memperkuat motivasi klien untuk melakukan hal
yang benar.
·
Menghilangkan atau mengurangi tekanan
emosional.
·
Mengembangkan potensi klien.
·
Mengubah kebiasaan menjadi lebih baik.
·
Memodifikasi struktur kognisi (pola pikiran).
·
Memperoleh pengetahuan tentang diri /
pemahaman diri.
·
Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan
interaksi sosial.
·
Meningkatkan kemampuan dalam mengambil
keputusan.
·
Membantu penyembuhan penyakit fisik.
·
Meningkatkan kesadaran diri.
·
Membangun kemandirian dan ketegaran untuk
menghadapi masalah.
·
Penyesuaian lingkungan sosial demi tercapai
perubahan dan masih banyak lagi.
SUMBER
http://www.psikoterapis.com/?en_apa-itu-psikoterapi-,6
Rabu, 26 November 2014
FENOMENA INTERNET ADDICTION DALAM KEHIDUPAN SEHARI - HARI
Pengertian internet adiksi
Internet addiction
oleh Young (dalam Tuapattimaja & Rahayu) diungkapkan sebagai sebuah
syndrome yang ditandai dengan menghabiskan banyak waktu dalam menggunakan
internet dan tidak mampu mengontrol penggunaannya saat online, orang-orang yang
menunjukkan syndrome ini akan merasa cemas, depresi,atau hampa saat tidak
online di internet serta menyebabkan korbannya mulai menyembunyikan tingkat
ketergantungannya terhadap internet tersebut.
Penggunaan internet yang berlebihan mencapai
presentase 52% sangat jauh berbeda dengan yang kecanduan internet yang hanya
mencapai 8% saja. Walaupun masalah kecanduan internet hanya mencapai presentase
yang sedikit, tetapi melihat presentase penggunaan internet yang berlebihan
mencapai 52% perlu diperhatikan lagi permasalahan ini, karena kecanduan
internet bermula dari keasyikan kita berlama-lama menggunakan internet, lambat
laun kita akan merasa cemas dengan tidak bermain internet, dan lama-kelamaan
akan menjadi pecandu internet yang sulit lepas dari internet dan berdampak
kurang baik dalam aspek psikologis (neuroticism, extraversion, kecemasan
sosial, kesepian emosional, kesepian sosial, dukungan sosial, dan dukungan
sosial internet).
Faktor Etiologi
Kecanduan didefinisikan sebagai dorongan kebiasaan untuk terlibat dalam aktivitas tertentu atau menggunakan zat, bukan dengan berdiri konsekuensi buruk pada individu fisik, sosial, spiritual, mental, dan kesejahteraan finansial. Alih-alih mengatasi hambatan hidup, mengatasi stres sehari-hari dan menghadapi trauma masa lalu atau sekarang, pecandu merespon maladaptif dengan beralih ke mekanisme koping semu. Biasanya, kecanduan memanifestasikan karakteristik psikologis dan fisik. Sebagai kecanduan perilaku, fokus pada isu-isu psikologis yang meningkatkan konsumsi internet adalah membantu untuk membantu dalam pemahaman klinis mengapa orang berlebihan.
Kecanduan didefinisikan sebagai dorongan kebiasaan untuk terlibat dalam aktivitas tertentu atau menggunakan zat, bukan dengan berdiri konsekuensi buruk pada individu fisik, sosial, spiritual, mental, dan kesejahteraan finansial. Alih-alih mengatasi hambatan hidup, mengatasi stres sehari-hari dan menghadapi trauma masa lalu atau sekarang, pecandu merespon maladaptif dengan beralih ke mekanisme koping semu. Biasanya, kecanduan memanifestasikan karakteristik psikologis dan fisik. Sebagai kecanduan perilaku, fokus pada isu-isu psikologis yang meningkatkan konsumsi internet adalah membantu untuk membantu dalam pemahaman klinis mengapa orang berlebihan.
Jenis-Jenis Internet addiction
Berikut ini adalah sub-sub tipe dari internet addiction
menurut Kimberly S. Young, et. al. (2006):
a. Cybersexual Addiction,
Termasuk ke dalam cybersexual addiction antara lain adalah individu yang secara kompulsif mengunjungi website-website khusus orang dewasa, melihat hal-hal yang berkaitan dengan seksualitas yang tersaji secara eksplisit, dan terlibat dalam pengunduhan dan distribusi gambar-gambar dan file-file khusus orang dewasa.
b. Cyber-Relationship Addiction
Cyber-relationship addiction mengacu pada individu yang senang mencari teman atau relasi secara online. Individu tersebut menjadi kecanduan untuk ikut dalam layanan chat room dan seringkali menjadi terlalu-terlibat dalam hubungan pertemanan online atau terikat dalam perselingkuhan virtual.
c. Net compulsions
Yang termasuk dalam sub tipe net compulsions misalnya perjudian online, belanja online, dan perdagangan online.
a. Cybersexual Addiction,
Termasuk ke dalam cybersexual addiction antara lain adalah individu yang secara kompulsif mengunjungi website-website khusus orang dewasa, melihat hal-hal yang berkaitan dengan seksualitas yang tersaji secara eksplisit, dan terlibat dalam pengunduhan dan distribusi gambar-gambar dan file-file khusus orang dewasa.
b. Cyber-Relationship Addiction
Cyber-relationship addiction mengacu pada individu yang senang mencari teman atau relasi secara online. Individu tersebut menjadi kecanduan untuk ikut dalam layanan chat room dan seringkali menjadi terlalu-terlibat dalam hubungan pertemanan online atau terikat dalam perselingkuhan virtual.
c. Net compulsions
Yang termasuk dalam sub tipe net compulsions misalnya perjudian online, belanja online, dan perdagangan online.
CONTOH KASUS
Baru bangun
tidur, setelah semalaman beristirahat, langsung pegang gadget. Bisa BBM,
tablet, atau laptop. Lho, ada perlu apa? Untuk kembali online dan melihat kabar
dari teman-teman di jejaring sosial. Ada yang semalam suntuk tidak bisa tidur,
ada yang mengomentari pertandingan bola, ada yang sharing macam-macam. Tips,
curhat soal teman atau kekasih, berita-berita politik, membaca tautan dari
laman gosip, dan lainnya
Jeda kegiatan hanya sebentar. Diselingi mandi,
bersiap-siap, dan sarapan. Berangkat kerja? Menuju kantor, kembali online,
fokus pada gadget di perjalanan. Masuk kantor, kerjaan diselingi kegiatan
memperbarui dan mengomentari berbagai status teman. Jam istirahat, apalagi.
Habis makan siang, merasa mengantuk dan bosan, akhirnya online lagi.
Pulang kerja, menemani perjalanan di jalan,
saling sapa kabar dan rencana akhir pekan. Oke, lalu lintas yang macet cukup
jadi inspirasi untuk melampiaskan kekesalan. Sampai rumah, makan malam dan
bersih-bersih. Jika sempat nonton, TV diamati. Jelang malam, online sebentar
untuk lihat apa yang terbaru. Buat status selamat malam, dikomentari, terlibat
obrolan, ngalor-ngidul, sampai tengah malam. Mata terpejam, tidur, dan bangun
pagi untuk melihat adakah lanjutan dari obrolan semalam di jejaring sosial.
Tanpa disadari,
berselancar dan menikmati dunia maya, terutama pada jejaring sosial, telah
membuat banyak orang “ketergantungan” dengannya. Tidak berlebihan bila
dikatakan kecanduan, mengingat mereka bisa seharian memandangi layar internet.
Kaidah umumnya, segala sesuatu yang berlebihan
itu tidak baik. Begitu pula fenomena ini. Seorang ahli di Malaysia mengatakan,
orang yang kerap membuka jejaring sosial, baik itu di kantor, rumah, di jalan,
dan tempat lainnya, akan menjauhkannya dari interaksi langsung dengan orang
lain. Makin cepat dan mudah diakses, makin sering dan lama, efeknya kian
terasa. Psikolog dan penasihat, Adnan Omar memberi contoh dampaknya pada
pasangan.
“Contohnya, banyak pasangan yang kehilangan
kesempatan bertemu langsung atau pergi makan malam. Mereka cukup puas dengan
berinteraksi di internet, sekadar mengencek surel dari perangkat telekomunikasi
mereka.”
Hal ini patut dikhawatirkan mengingat
kemampuan interaksi kita dengan manusia lain akan perlahan menghilang.
“Jika Anda,” lanjut Adnan, “menghabiskan waktu
sekitar 25 jam selama sepekan untuk jejaring sosial dibandingkan beraktivitas
ataupun alasan akademis lainnya, itu artinya Anda telah kecanduan. Anda telah
dimudahkan kondisi internet yang gampang tersedia, dan Anda tak perlu
mematikannya.”
Sebagai seorang psikolog, Adnan mengungkapkan
bahwa banyak pecandu jejaring sosial merasa kecewa ketika status atau
posting-nya tidak direspon. Mereka, menurut Adnan, sebenarnya memposting
berbagai macam hal untuk menunggu respons balik, sebuah perilaku untuk
memuaskan kondisi batin. Memang ada faktor lain, yaitu menghabiskan waktu. Akan
tetapi, kian mudahnya teknologi, harusnya juga diiringi dengan kebijaksanaan.
Menghabiskan waktu di jejaring sosial jelas tidak baik dan dapat mengurangi
produktivitas kerja kita.
Sumber :
http://www.mizanmag.com/denyut/jejaring-sosial-25-jam-sepekan-anda-telah-kecanduan.html#.UmkYtVM6Was
Analisis Fenomena Di Media Sosial (bullying) terhadap seseorang
Kasus: Tukang Sate Ditangkap
Pada tanggal 31 Oktober 2014 #SaveTukangSate, begitulah hastag twitter yang menjadi trending
topik dalam tiga hari belakangan. Munculnya gerakan publik di media sosial ini
merupakan reaksi atas penahanan seorang buruh kipas sate yang konon melakukan
tindakan bullying terhadap Joko Widodo pada saat momentum pemilihan presiden
beberapa bulan lalu.
Kita semua sepakat bahwa
tindakan bullying apa lagi bermuatan penghinaan dan pencemaran nama baik oleh
siapapun dan ditujukan kepada siapapun adalah suatu tindakan yang tidak terpuji
dan jauh dari nilai-nilai dan budaya bangsa. Bahkan kalau perlu pelakunya
pantas diganjar hukuman pidana untuk memberikan efek jera.
Kita tidak tahu apa motif
Hendri Yosodiningrat melaporkan MA(24) ke kepolisian apakah memang ingin menimbulkan
efek jera bagi pelaku-pelaku lain atau merupakan bagian dari skenario
pencitraan Bapak Presiden nantinya, kita serahkan kepada yang bersangkutan.
Akan tetapi melihat latar belakang fenomena bulliying ini awalnya justru muncul
dari relawan pendukung Jokowi, maka penangkapan itu merupakan suatu tindakan
yang sangat naif dan ironis.
Menengok ke belakang,
fenomonea bullying ini sebenarnya muncul saat Jokowi lagi populer-populernya.
Kepepopuleran Jokowi sebagai idola publik baru menggundang berbagai pihak baik
pengamat dan tokoh nasional berkomentar mengenai beliau. Tentunya tidak semua
tokoh dan pengamat mempunyai pandangan sama dengan publik saat itu. Amin Rais
mantan ketua MPR misalnya pernah membuat pernyataan bahwa prestasi Jokowi
sebagai Walikota Surakarta hanyalah prestasi semu. Amin berargumen tidak ada
indikator yang jelas yang menunjukkan bahwa Jokowi merupakan Walikota
berprestasi, kecuali hanya dapat mendapat penghargaan sebagai Walikota terbaik
melalui polling online.
Entah dikoordinir atau tidak
pernyataan Amin yang menyududutkan Jokowi ini ternyata menuai reaksi publik.
Kolom-kolom komentar pembaca media massa online maupun media sosial yang memuat
pemberitaan yang berlawanan dengan opini publik ini, hampir seluruhnya penuh dengan kecaman-kecaman
bernada sarkastik dan menyudutkan Amin Rais.
Pertarungan sengit antara
Jokowi dan Fauzi Bowo pada putaran kedua Pilkada Gubernur DKI 2012 semakin
mempersubur fenomena bullying ini khususnya di kolom-kolom komentar media
online dan media sosial. Hampir setiap hari kita melihat kolom-kolom komentar
media online seperti penuh dengan sumpah serapah, penghinaan, penistaan setiap
tokoh atau pengamat yang berkomentar miring terhadap Jokowi. Dan kalau kita
memperhatikan tata bahasa, jargon-jargon dan inti pesan yang ingin disampaiakan
sepertinya ada sebuah kesengajaan bullyer untuk mendeligitimasi Foke
sekaligus meligitimasi Jokowi saat itu. Bahkan tidak jarang kita melihat
foto-foto Foke yang diidentikkan dengan Hitler tokoh Nazi Jerman sementara disampingnya
Jokowi yang diidentikkan dengan Obama Presiden Amerika.
Rhoma Irama yang saat itu
sangat getol menghambat laju Jokowi pun juga tidak luput dari bulliying para
pendukung Jokowi dengan konotasi-konotasi yang sangat memiriskan, baik secara
verbal maupun non verbal.
Fenomena bulliying para
pendukung Jokowi ini berlanjut pada Pilpres 2014. Saat inilah publik terbelalak
ketika seorang wanita cantik bernama Kartika Djumadi pada sebuah acara TV
Swasta mengakui ia memimpin sebuah komunitas media sosial yang berkegiatan
mendukung aktifitas politik Jokowi. Walaupun Kartika tidak mengaku sebagai pihak yang
bertanggungjawab atas fenomena bullying selama Pilkada DKI namun merupakan
salah satu alibi yang mendukung bahwa aktifitas bulliying di media sosial
bermula dari mereka.
Keberadaan Jasmev sebagai buzzer pendukung politik Jokowi ternyata
mengundang reaksi politisi partai Gerindra Fadli Zon. Fadli menuding bahwa
keberadaan tentara maya di kubu lawan bertanggung jawab atas beredarnya
konten-konten negatif atas Prabowo Subianto. Fadli Zon bersama koleganya dari
PKS Fahri Hamzah pun tidak dapat mengelak untuk terjun dalam perang opini lewat
media sosial. Bahkan kedua politisi ini sendiri malah menjadi korban bulliying,
nama Fadli Zon malah lebih sering dibilang Fadli Zonk di kalangan pendukung
Jokowi.
Konstalasi inilah yang
akhirnya membuat perang terbuka di media sosial pada Pilpres kemarin
benar-benar tidak dapat di elakkan. Jika pada Pilkada DKI Foke dan pendukungnya
lebih banyak menjadi korban bullying, maka di Pilpres ini kekuatan menjadi
seimbang, jadi tidak mengherankan kalau kita melihat foto Prabowo dikonotasikan
dengan hewan maka hal yang sama juga terjadi pada Jokowi. Jokowi dalam hal ini
bukanlah objek penderita tunggal sebagaimana dialami oleh Foke.
Berdasarkan hal tersebut
diatas saya berkesimpulan bahwa tindakan MA sesungguhnya merupakan reaksi
bullying yang dikampanyekan pendukung Jokowi sendiri sejak lama. MA memposting
foto yang tidak senonoh itu karena pendukung Jokowi juga melakukan hal yang sama
kepada tokoh pujaan MA.
Motif
dari proses bullying
Awalnya
MA adalah pengikut dari kampanye jokowi, di anggota kampanye tersebut ada yang
mengedit foto jokowi menjadi hewan dan memposting kemedia sosial. MA juga
memposting foto tidak senonoh tersebut karena pendukung jokowi juga melakukan
hal yang sama. Dalam hal ini juga seharusnya pihak jokowi juga harus cari tahu
dulu siapa yang benar-benar melakukan bullying ini dan MA disini juga
ikut-ikutan saja.
Pantaskah
Hukuman yang diberikan
Menurut
saya hukuman yang diterima pelaku pantas dan tidak pantas. Saya bilang pantas
karena pelaku harus mampu mempertanggung jawabkan perbuataannya dan dalam kasus
ini juga pelaku dapat mempelajari kesalahannya. Kalau tidak pantasnya
seharusnya pelaku yang lainnya juga harus ikut ditangkap jangan hanya MA saja
yang ditangkap.
Sumber
http://politik.kompasiana.com/2014/10/31/tukang-sate-ditangkap-naif-dan-ironis-683889.html
http://politik.kompasiana.com/2014/10/31/tukang-sate-ditangkap-naif-dan-ironis-683889.html
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)

















