Senin, 02 Juni 2014
Hubungan Antara Ekologi dengan Ilmu-Ilmu lainnya
Hubungan Antara
Ekologi dan Ilmu lainnya
Makalah
ini disusun untuk memenuhi tugas individu pada mata kuliah
“Matematika
dan ilmu alamiah dasar (softskill)”
Dosen
Pengampu:
Sidik
Lestiyono
Disusun
Oleh:
Yulsafa
Tifanny
Putri
19513585
Kelas
1PA08
Fakultas
Psikologi
KATA
PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan
kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan segala rahmatnya, sehingga
saya dapat menyelesaikan makalah ini tanpa suatu halangan apapun.
Makalah ini dibuat untuk
memenuhi tugas mata kuliah ”Matematika & Ilmu Alamiah Dasar” yang diberikan
oleh dosen pengampu.
Ucapan
terima kasih saya sampaikan untuk keluarga saya dan rekan-rekan sekalian yang
telah memberikan dorongan kepada saya, sehingga makalah Hubungan antara ekologi
dan ilmu lainnya (psikologi) ini dapat saya selesaikan.
Meskipun
demikian saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena
itu saya mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna
menyempurnakan makalah ini.
Demikian
sepatah kata dari saya, semoga makalah ini bermanfaat untuk penulis pada
khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.
Depok, Juni 2014
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Dalam pandangan historis, ekologi tidak begitu
jelas. Ini disebabkan karena perkembangannya yang berangsur-angsur. Catatan
Hipocratus, Aristoteles, dan filosof lainnya, merupakan naskah kuno yang berisi
rujukan tentang masalah-masalah ekologi, meskipun tidak menggunakan nama ekologi.
Baru pada abad ke-16 dan 17 yang timbul dari natural history yang kemudian
berkembang menjadi satu ilmu yang sistematik, analitik, dan obyektif mengenai
hubungan organisme dan lingkungan yaitu EKOLOGI. Nama tersebut baru dikemukakan
oleh seorang ahli biologi Jerman yang bernama Earns Haeckel (1834-1919) pada
tahun 1860.
Sebelum itu, banyak orang besar dari kebangunan biologi abad ke-18 telah menyumbang kepada pokok persoalannya walaupun etiket “ekologi” tidak digunakan. Misalnya: Anton van Leeuwenhoek, yang lebih dikenal sebagai ahli mikroskop perintis dari awal tahun 1700 juga mempelopori pengkajian “rantai-rantai makanan” dan “pengaturan populasi”, dua bidang penting dalam ekologi mutakhir.
Sebelum itu, banyak orang besar dari kebangunan biologi abad ke-18 telah menyumbang kepada pokok persoalannya walaupun etiket “ekologi” tidak digunakan. Misalnya: Anton van Leeuwenhoek, yang lebih dikenal sebagai ahli mikroskop perintis dari awal tahun 1700 juga mempelopori pengkajian “rantai-rantai makanan” dan “pengaturan populasi”, dua bidang penting dalam ekologi mutakhir.
Sekitar tahun 1900, ekologi diakui sebagai suatu
disiplin ilmu dan berkembang terus dengan cepat. Apalagi saat dunia sangat peka
terhadap masalah lingkungan dalam mengadakan dan memelihara mutu manusia.
Ekologi merupakan cabang ilmu yang mendasarinya dan selalu berkaitan dengan
kehidupan sehari-hari.
B.
Rumusan Masalah
1. Apa pengertian Ekologi?
2. Apa pengertian Psikologi?
3. Bagaimana hubungan Ekologi dengan Ilmu-ilmu lainnya?
4. Bagaimana hubungan Ekologi dengan Psikologi?
C.
Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian ekologi
2. Untuk mengetahui pengertian psikologi
3. Untuk mengetahui hubungan ekologi dengan ilmu-ilmu
lainnya
4. Untuk mengetahui hubungan ekologi dengan Psikologi
BAB
II
PEMBAHASAN
Pengertian Ekologi
Ekologi berasal dari bahasa Yunani “Oikos” yang
berarti rumah atau tempat hidup, dan “logos” yang berarti ilmu. Secara harfiyah
Ekologi adalah pengkajian hubungan organisme-organisme atau kelompok organisme
terhadap lingkungannya. Ekologi merupakan ilmu pengetahuan tentang hubungan
antara organisme dan lingkungannya. Atau ilmu yang mempelajari pengaruh faktor
lingkungan terhadap jasad hidup. Ada juga yang mngatakan bahwa ekologi adalah
suatu ilmu yang mencoba mempelajari hubungan antara tumbuhan, binatang, dan
manusia dengan lingkungannya di mana mereka hidup, bagaimana kehidupannya, dan
mengapa berada di tempat tersebut. Ekologi merupakan salah satu cabang Biologi
yang hanya mempelajari apa yang ada dan apa yang terjadi di alam dengan tidak
melakukan percobaan.
Tetapi biasanya ekologi didevinisikan sebagi
pengkajian hubungan organisme-organisme atau kelompok-kelompok organisme
terhadap lingkungannya, atau ilmu hubungan timbal-balik antara
organisme-organisme hidup dan lingkungannya. Sebab ekologi memperhatikan
terutama biologi “golongan-golongan” organisme dan dengan proses-proses
fungsional di daratan dan air adalah lebih tetap berhubungan dengan upaya
mutakhir untuk mendevinisikan ekologi sebagai pengkajian struktur dan fungsi
alam, telah dipahami bahwa manusia merupakan bagian dari pada alam.
Menurut Odum (1971) ekologi mutakhir adalah suatu
studi yang mempelajari struktur dan fungsi ekosistem atau alam di mana manusia
adalah bagian dari alam. Struktur di sini menunjukan suatu keadaan dari sistem
ekologi pada waktu dan tempat tertentu termasuk kerapatan atau kepadatan,
biomas, penyebaran potensi unsur-unsur hara (materi), energi, faktor-faktor
fisik dan kimia lainnya yang mencirikan sistem tersebut. Sedangkan fungsinya
menggambarkan sebab-akibat yang terjadi dalam sistem. Jadi pokok utama ekologi
adalah mencari pengertian bagaimana fungsi organisme di alam.
Jelaslah bahwa ekologi adalah ilmu yang mempelajari
makhluk hidup dalam rumah tangganya atau ilmu yang mempelajari seluruh pola
hubungan timbal balik antara makhluk hidup sesamanya dan dengan komponen di
sekitarnya. Dengan demikian seorang ahli ekologi juga menaruh minat kepada
manusia, sebab manusia merupakan spesies lain (makhluk hidup) dalam kehidupan
di biosfer (tempat hidup) secara keseluruhan. Selanjutnya dengan adanya gerakan
kesadaran lingkungan di negara maju sejak tahun 1968 sedangkan di Indonesia
sejak tahun 1972, di mana setiap orang mulai memikirkan masalah pencemaran,
daerah-daerah alami, hutan, perkembangan penduduk, masalah makanan, penggunaan
energi, kenaikan suhu bumi karena efek rumah kaca atau pemanasan global, ozon
berlubang dan lainnya telah memberikan efek yang mendalam atas teori ekologi.
Ekologi merupakan disiplin baru dari Biologi yang merupakan mata rantai fisik
dan proses biologi serta bentuk-bentuk yang menjembatani antara ilmu alam dan
ilmu sosial.
Pengertian Psikologi
Psikologi berasal dari
kata dalam bahasa Yunani Psychology yang merupakan gabungan dan kata psyche dan logos. Psyche berarti
jiwa dan logos berarti ilmu.
Secara
harafiah psikologi diartikan
sebagal ilmu jiwa. Istilah psyche atau
jiwa masih sulit didefinisikan karena jiwa itu merupakan objek yang bersifat
abstrak, sulit dilihat wujudnya, meskipun tidak dapat dimungkiri keberadaannya.
Dalam beberapa dasawarsa ini istilah jiwa sudah jarang dipakai dan diganti
dengan istilah psikis.
Hubungan Ekologi dengan Ilmu-ilmu lainnya
Ekologi mempunyai perkembangan yang
berangsur-angsur. Dari perkembangan itu semakin terlihat bahwa ekologi
mempunyai hubungan dengan hampir ilmu-ilmu lainnya. Guna memahami ruang lingkup
dan sangkut-pautnya ekologi, persoalannya harus dipandang dalam hubungannya
dengan ilmu-ilmu lain. Untuk mengerti hubungan antara organisme dan lingkungan,
semua bidang ilmu yang menerangkan tentang komponen-komponen makhluk hidup dan
lingkungan itu sangat diperlukan. Jika berbicara mengenai pencemaran hutan,
perkembangan penduduk, masalah makanan, penggunaan energi, kenaikan suhu bumi
karena efek dari rumah kaca atau pemenasan global, ozon berlubang dan lainnya,
ini berarti juga harus berbicara mengenai ilmu kimia, fisika, pertanian,
kehutanan, ilmu gizi, klimatologi, dan lainnya.
Boleh dikatakan bahwa semakin hari semakin terasa
hubungan ekologi dengan hampir semua bidang ilmu yang ada. Semakin terasa bahwa
semua orang harus memahami ekologi.
Dalam ekologi, istilah populasi dinyatakan sebagai golongan individu-individu dari setiap spesies organisme. Sedangkan komunitas adalah semua populasi-populasi yang menduduki daerah tertentu. Komunitas dan lingkungan yang tidak hidup berfungsi bersama sebagai sistem ekologi atau ekosistem. Penting untuk diketahui bahwa tidak ada garis pemisah yang jelas ditunjukan pada spektrum yang dimaksud.
Dalam ekologi, istilah populasi dinyatakan sebagai golongan individu-individu dari setiap spesies organisme. Sedangkan komunitas adalah semua populasi-populasi yang menduduki daerah tertentu. Komunitas dan lingkungan yang tidak hidup berfungsi bersama sebagai sistem ekologi atau ekosistem. Penting untuk diketahui bahwa tidak ada garis pemisah yang jelas ditunjukan pada spektrum yang dimaksud.
Interaksi dengan lingkungan fisik (energi dan
mineral) pada setiap tingkat menghasilkan sistem-sistem fungsional yang khas.
Di mana sistem tersebut mempunyai tujuan dan merupakan gabungan dari berbagai
komponen yang secara teratur berinteraksi satu sama lain dan saling
ketergantungan serta membentuk satu kesatuan secara keseluruhan. Agar mudah
dimengerti hubungan organisme dan lingkungannya, semua bidang ilmu yang dapat
menerangkan setiap makhluk hidup dan lingkungan sangat diperlukan. Penyebaran,
adaptasi dan aspek-aspek fungsi organisme dan komunitas banyak dipelajari dalam
ekologi dan erat hubungannya dengan ilmu-ilmu biologi lainnya seperti
taksonomi, morfologi, fisiologi, genetika. Sedangkan klimatologi, ilmu tanah,
geologi, dan fisika memberikan informasi mengenai keadaan lingkungan. Jadi
pengetahuan dan biologi sangat diperlukan bagi seorang ahli ekologi untuk dapat
mengungkapkan hubungan antara lingkungan dan dunia kehidupan.
Pembagian Ekologi
Ekologi dapat dibagi menjadi 2, yaitu:
1. Autekologi: membahas pengkajian individu
organisme atau spesies. Sejarah-sejarah hidup dan prilaku sebagai cara-cara
penyesuaian diri terhadap lingkungan biasanya mendapatkan penekanan.
2. Synekologi: membahas pengkajian golongan atau kumpulan organisme-organisme yang berasosiasi bersama sebagai satuan.
2. Synekologi: membahas pengkajian golongan atau kumpulan organisme-organisme yang berasosiasi bersama sebagai satuan.
Bila diadakan suatu studi mengenai hubungan suatu
jenis pohon terhadap lingkungan, pengkajian itu akan bersifat autekologi.
Apabila studi itu memperhatikan atau mengenai hutan di mana jenis pohon itu
tumbuh, pendekatannya bersifat sinekologi.
Pembagian ekologi seperti ini sangat berguna dalam
penelitian. Seseorang yang akan melakukan penelitian dapat memusatkan diri pada
proses-proses, tingkat-tingkat, lingkungan-lingkungan, organisme-organisme,
atau masalah-masalah dan membuat sumbangan-sumbangan yang bernilai terhadap
keseluruhan mengenai biologi lingkungan.
Hubungan Ekologi dengan Psikologi
Ekologi
mempunyai hubungan dengan ilmu psikologi terutma psikologi lingkungan.
Psikologi lingkungan adalah ilmu kejiwaan yang mempelajari perilaku manusia
bedasarkan pengaruh lingkungannya, baik lingkungan sosial, dan lingkungan alam.
Jadi, hubungan antara ilmu ekologi dengan ilmu psikologi lingkungan sudah cukup
jelas, yaitu dimana psikologi lingkungan mempelajari perilaku manusia
berdasrkan lingkungannya.
Sebagai
contoh ketika terjadi banjir yang merusak ekosistem tentu saja ada perubahan
perilaku manusia atau yang menjadi korban, bisa saja terjadi trauma akibat
banjir yang terjadi.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Pengertian ekologi secara harfiyah adalah suatau disiplin ilmu yang mempelejari hubungan organisme-organisme atau kelompok organisme terhadap lingkungannya. Sedangkan golongan individu-individu tersebut dari setiap spesies organisme disebut populasi. Kenudian populasi-populasi yang menempati suatu daerah tertentu membentuk suatu komunitas. Selanjutnya ekosistem yang meupakan sistem yang terbentuk akibat interaksi komunitas tersebut dengan tempat mereka hidup (lingkungan).
Pengertian ekologi secara harfiyah adalah suatau disiplin ilmu yang mempelejari hubungan organisme-organisme atau kelompok organisme terhadap lingkungannya. Sedangkan golongan individu-individu tersebut dari setiap spesies organisme disebut populasi. Kenudian populasi-populasi yang menempati suatu daerah tertentu membentuk suatu komunitas. Selanjutnya ekosistem yang meupakan sistem yang terbentuk akibat interaksi komunitas tersebut dengan tempat mereka hidup (lingkungan).
DAFTAR PUSTAKA
Dampak IPTEK dikehidupan manusia
Dampak
iptek dikehidupan manusia
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas individu
pada mata kuliah
“Matematika dan ilmu alamiah dasar(softskill)
Dosen Pengampu:
Sidik Lestiyono
Disusun Oleh:
Yulsafa Tifanny Putri 19513585
Kelas 1PA08
Fakultas Psikologi
KATA PENGANTAR
Puji
syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan segala
rahmatnya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini tanpa suatu halangan
apapun.
Makalah ini dibuat
untuk memenuhi tugas mata kuliah ”Matematika & Ilmu Alamiah Dasar” yang
diberikan oleh dosen pengampu.
Ucapan
terima kasih saya sampaikan untuk keluarga saya dan rekan-rekan sekalian yang
telah memberikan dorongan kepada saya, sehingga makalah Dampak IPTEK dikehidupan manusia ini dapat saya selesaikan.
Meskipun
demikian saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena
itu saya mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna
menyempurnakan makalah ini.
Demikian
sepatah kata dari saya, semoga makalah ini bermanfaat untuk penulis pada
khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.
Depok, Juni 2014
Penulis
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Kita
ketahui bahwa sebenarnya sejak dulu teknologi sudah ada atau manusia sudah
menggunakan teknologi. Seseorang menggunakan teknologi karena manusia berakal.
Dengan akalnya ia ingin keluar dari masalah, ingin hidup lebih baik, lebih aman
dan sebagainya. Perkembangan teknologi terjadi karena seseorang menggunakan
akalnya dan akalnya untuk menyelesaikan setiap masalah yang dihadapinya.
Pada satu
sisi, perkembangan dunia IPTEK yang demikian mengagumkan itu memang telah
membawa manfaat yang luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia.
Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik yang cukup
besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis,
Demikian juga ditemukannya formulasi-formulasi baru kapasitas komputer, seolah
sudah mampu menggeser posisi kemampuan otak manusia dalam berbagai bidang ilmu
dan aktifitas manusia. Ringkas kata kemajuan IPTEK yang telah kita capai
sekarang benar-benar telah diakui dan dirasakan memberikan banyak kemudahan dan
kenyamanan bagi kehidupan umat manusia. Sumbangan IPTEK terhadap peradaban dan
kesejahteraan manusia tidaklah dapat dipungkiri. Namun manusia tidak bisa pula
menipu diri sendiri akan kenyataan bahwa IPTEK mendatangkan malapetaka dan
kesengsaraan bagi manusia.
Kalaupun
teknologi mampu mengungkap semua tabir rahasia alam dan kehidupan, tidak
berarti teknologi sinonim dengan kebenaran. Sebab iptek hanya mampu menampilkan
kenyataan . Kebenaran yang manusiawi haruslah lebih dari sekedar kenyataan
obyektif. Kebenaran harus mencakup pula unsur keadilan. Tentu saja iptek tidak
mengenal moral kemanusiaan, oleh karena iptek tidak pernah bisa menjadi standar
kebenaran ataupun solusi dari masalah-masalah manusia.
B.
RUMUSAN MASALAH
1. Apa saja peranan IPTEK dalam kehidupan manusia?
2. Bagaimana perkembangan IPA dan teknologi bagi
kehidupan manusia?
3. Apa saja dampak yang terjadi akibat perkembangan
IPTEK terhadap kehidupan
manusia?
C.
TUJUAN
1.
Untuk mengetahui peran
apa saja iptek dalam kehidupan manusia.
2.
Untuk mengetahui
bagaimana perkembangan ipa dan teknologi bagi kehidupan manusia.
3.
Untuk mengetahui dampak Perkembangan Iptek terhadap Kehidupan
Manusia.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Peranan Iptek dalam Kehidupan
Manusia
Ilmu pengetahuan
(science) adalah suatu objek, ilmiah yang memiliki sekelompok prinsip, dalil,
rumus yang melalui percobaan yang sistemetis dilakukan berulang kalitelah
teruji kebenarannya, prinsip-prinsip, dalil-dalil dan rumus-rumus mana dapat
diajarkan dan dipelajari (Menurut Sondang Siagian). Sedangkan Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk
menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan
hidup manusia. Teknologi adalah produk ilmu pengetahuan. Ilmu dalam bidang IPA
dan pemanfaatannya dapat kita bedakan dalam IPA dasar atau murni, IPA terapan,
dan teknologi. IPA dasar, IPA terapan, dan teknologi mengkaji bahan pokok yang
sama, yaitu alam. Perbedaan ketiganya terletak pada aspek yang dikajinya.
Menurut Amor et al. (1988) ilmuwan IPA dasar mencoba untuk memahami bagaimana
alam bekerja. Sedangkan ilmuwan IPA terapan mencoba mencari cara untuk
mengendalikan cara alam bekerja. Ahli teknologi memanfaatkan penemuan IPA dasar
dan IPA terapan untuk membuat alat guna mengendalikan cara alam bekerja.
Menurut White & Frederiksen (2000) IPA dapat dipandang sebagai proses untuk
membentuk hukum, model, dan teori yang memungkinkan orang untuk memprediksi,
menjelaskan, dan mengendalikan tingkah laku alam.
Konsep-konsep
IPA dasar terbentuk dari keingintahuan mengenai sesuatu yang belum diketahui
orang,
keingintahuan itu menuntun ke arah mencari prinsip atau teori yang dapat
diperoleh dari hasil pengkajian,
yaitu melalui percobaan. Pengkajian ini
merupakan pengkajian yang tidak bermaksud untuk mencari kondisi
atau proses
optimal yang diharapkan, melainkan hanya untuk memenuhi penjelasan dari objek
(benda dan
energi) dan peristiwa alam. Konsep-konsep IPA dasar merupakan
konsep-konsep IPA mengenai kondisi,
interaksi, dan peristiwa dari kondisi yang
normal (biologi) atau ideal (fisika). Dalam konsep-konsep IPA
dasar, seringkali
ada variabel (parameter), yang dalam kenyataannya berpengaruh, tidak dimasukkan
ke
dalam konsep-konsepnya. Konsep-konsep itu sengaja disusun secara ideal atau
normal agar berlaku umum,
yang berarti dapat digunakan kapan saja dan dimana
saja. Keberlakuan umum konsep-konsep tersebut
luas, sehingga berfungsi sebagai
konsep-konsep dasar bagi IPA terapan dan teknologi. Para ilmuwan
menempatkan
IPA dasar sebagai ilmu dasar bagi ilmu-ilmu terapan dan teknologi.
Keterkaitan antara
sains, produk teknologi dengan teknologi yang lainnya salin tunjang-menunjang
dan saling
berkembang, misalnya : listrik dapat mengembangkan berbagai alat dan
sarana seperti, alat elektronika
(radio, TV, CD, dan computer). Ditemukannya
nuklir dengan pemanfaatan radiasi sinar radioaktif yang
dihasilkan maka
berbagai peralatan untuk memanfaatkan sinar tersebut berkembang sehingga ada
nuklir
untuk kesehatan, pertanian, untuk industri, dll. Teknologi komunikasi
dapat ditelusuri mulai dari percetakan
sebagai alat yang menghasilkan media
komunikasi antar manusia seperti Koran majalah.
Berkembangnya sains dan
teknologi dalam penyediaan kebutuhan pokok manusia seperti pangan, sandang,
papan, dan kesehatan sangat dirasakan oleh manusia. Dalam penyediaan pangan,
teknologi pertanian berkembang mulai dari pengolahan tanah pertanian, kemudian
peningkatan produksi melalui pupuk organik maupun anorganik, penggunaan
insektisida dan teknologi hujan buatan untuk mengatasi kekeringan.
Dalam bidang pemenuhan
kesehatan manusia, sains dan teknologi telah berkembang mulai dari bahan
obat- obatan, peralatan kesehatan, penelitian terhadap penyakit, dan teknik
operasi. Berkaitan dengan kehidupan manusia, maka untuk memenuhi kebutuhan
pokok seperti pangan, sandang, papan, dan kesehatan, tidak bisa dilepaskan
dengan ketersediaan energi dan perkembangan industri. Penelitian mengenai
energi angin, energi matahari, energi air, pasang surut, panas samudra, panas
bumi, dan energi nuklir sedang gencar dilakukan. Energi-energi tersebut
merupakan sumber energi yang tak terbatas.
Ada tiga bidang teknologi yang sangat pesat perkembangannya yaitu:
1. Mikroelektronika. Fisika zat padat dapat
menyebabkan perubahan drastis dalam bidang elektronika.
2. Teknologi bahan. Berkembangnya ilmu bahan dalam
bidang kimia menyebabkan ditemukannya bahan yang kuat tahan panas, bahan campuran
antara serat karbon, plastik, logam, keramik dan super konduktor pengantar
listrik tanpa menyebabkan panas.
3. Bioteknologi. Ruang lingkup bioteknologi
mencakup rekayasa fermentasi, rekayasa enzim, kultur jaringan, dan rekayasa
genetika.
2.2. Perkembangan IPA dan Teknologi bagi
Kehidupan Manusia
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sangat berhubungan erat, dapat
dikatakan bahwa teknologi adalah terapan dari ilmu pengetahuan untuk memenuhi
suatu kebutuhan. Insinyur adalah ahli yang menerapkan IPTEK untuk memecahkan
masalah yang dihadapi manusia dalam masyarakat. Ilmuan mencari dasar hukum
alam, kemudian para insinyur yang menerjemahkan menjadi sesuatu yang berguna,
teknisi yang menerapkan desain, membentuk bahan dan alat yang ditentukan dalam
desain. Teknologi dalam arti sempit adalah sutau peristiwa industri, sedangkan
dalam arti luas adalah tindakan manusia untuk memenuhi kebutuha dengan mudah
dan efisien. Hasil teknologi bagi kehidupan manusia dapat berperan dalam :
1. Kemudahan hidup misalnya dengan alat komunikasi
manusia akan lebih mudah untuk melakukan komunikasi dengan orang lain walaupun
dalam jarak yang jauh, demikian juga halnya dengan alat transformasi, teknologi
informasi (komputer), pemanfaatan sinar matahari sebagai sumber energy listrik,
dll.
2. Pemerataan kenikmatan, misalnya dengan adanya
media elektronika seperti radio, tv, dan media percetakan maka setiap orang
akan mendapat kenikmatan untuk memperoleh hiburan atau berita.
Perkembangan IPTEK yang begitu pesat mempunyai pengaruh langsung
pada kehidupan manusia. Pengaruh yang ditimbulkan berbeda-beda tetapi secara
umum perkembangan itu berpengaruh pada empat bidang, yaitu:
1. Pengaruh ke bidang intelektual yang meninggalkan kebiasaan atau
kepercayaan tradisional
dengan mengambil
kebiasaan-kebiasaan baru.
2. Pengaruh pada bidang industri dan kemampuan di
medan perang.
3. Pengaruh yang dibawakannya pada organisasi
social lambat laun merambat pada kehidupan
politik.
4. Perubahan maupun benturan terhadap tata lingkungan.
Dengan meningkatnya kebutuhan sesuai dengan peningkatan jumlah
penduduk dan peradaban, maka timbul pula peningkatan gagasan untuk mencari
cara-cara yang akan membantu manusia untuk mencapai hasil yang lebih maksimal.
Terbukalah tahap kedua yang berlangsung sesudah terjadinya revolusi industry
sampai permulaan abad 20. Perkembangan teknologi tahap ini meliputi permesinan,
konstruksi, dan teknik listrik yang ditunjang oleh pengetahuan tentang
mekanika, thermodinamika, listrik, dan magnet. Dalam tahap ini sains mendahului
pemakaian teknologi. Diperlukan ilmu pengetahuan untuk diterapkan ke teknologi.
2.3. Dampak
Perkembangan Iptek terhadap Kehidupan Manusia
Iptek tidak mengenal
moral kemanusiaan, oleh karena itu iptek tidak pernah bisa mejadi standar
kebenaran ataupun solusi dari masalah-masalah kemanusiaan. Dampak positif
dan dampak negatif dari perkembangan iptek dilihat dari berbagai bidang:
1. Bidang
Informasi dan Komunikasi
Dalam bidang informasi
dan komunikasi telah terjadi kemajuan yang sangat pesat. Dari kemajuan dapat
kita rasakan dampak positifnya antara lain:
a. Kita
akan lebih cepat mendapatkan informasi-informasi yang akurat dan terbaru di
bumi
bagian manapun melalui internet.
b. Kita
dapat berkomunikasi dengan teman, maupun keluarga yang sangat jauh hanya dengan
melalui handphone.
c. Kita
mendapatkan layanan bank yang dengan sangat mudah. Dan lain-lain.
Disamping
keuntungan-keuntungan yang kita peroleh ternyata kemajuan kemajuan teknologi
tersebut dimanfaatkan juga untuk hal-hal yang negatif, antara lain:
a. Pemanfaatan
jasa komunikasi oleh jaringan teroris. (Kompas)
b. Penggunaan
informasi tertentu dan situs tertentu yang terdapat di internet yang bisa
disalah
gunakan pihak tertentu untuk tujuan
tertentu.
c. Kerahasiaan
alat tes semakin terancam melalui internet kita dapat memperoleh informasi
tentang tes psikologi, dan bahkan dapat
memperoleh layanan tes psikologi secara langsung
dari internet.
d. Kecemasan
teknologi. Selain itu ada kecemasan skala kecil akibat teknologi komputer.
Kerusakan komputer karena terserang virus,
kehilangan berbagai file penting dalam computer
inilah beberapa contoh stres yang terjadi
karena teknologi. Rusaknya modem internet karena
disambar petir.
2. Bidang
Ekonomi dan Industri
Dalam
bidang ekonomi iptek berkembang sangat pesat. Dari kemajuan teknologi dapat
kita
rasakan manfaat positifnya antara lain:
1. Pertumbuhan
ekonomi yang semakin tinggi.
2. Terjadinya
industrialisasi.
3. Produktifitas
dunia industri semakin meningkat.
Kemajuan
iptek akan meningkatkan kemampuan produktivitas dunia industri baik dari aspek
teknologi industri maupun pada aspek jenis
produksi. Investasi dan reinvestasi yang
berlangsung secara besar-besaran yang akan
semakin meningkatkan produktivitas dunia
ekonomi. Di masa depan, dampak
perkembangan teknologi di dunia industri akan semakin
penting. Tanda-tanda telah menunjukkan bahwa
akan segera muncul teknologi bisnis yang
memungkinkan konsumen secara individual
melakukan kontak langsung dengan pabrik
sehingga pelayanan dapat dilaksanakan
secara langsung dan selera individu dapat dipenuhi,
dan yang lebih penting konsumen tidak
perlu pergi ke toko.
4. Persaingan
dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah skill dan
pengetahuan yang dimiliki. Kecenderungan
perkembangan teknologi dan ekonomi, akan
berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan
kualifikasi tenaga kerja yang diperlukan.
Kualifikasi tenaga kerja dan jumlah tenaga
kerja yang dibutuhkan akan mengalami perubahan
yang cepat. Akibatnya, pendidikan yang
diperlukan adalah pendidikan yang menghasilkan
tenaga kerja yang mampu mentransformasikan
pengetahuan dan skill sesuai dengan tuntutan
kebutuhan tenaga kerja yang berubah
tersebut.
5. Di
bidang kedokteran dan kemajauan ekonomi mampu menjadikan produk kedokteran
menjadi komoditi.
Meskipun demikian ada pula dampak
negatifnya antara lain: (1) Terjadinya pengangguran
bagi tenaga kerja yang tidak mempunyai
kualifikasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan. (2)
Sifat konsumtif sebagai akibat kompetisi
yang ketat pada era globalisasi akan juga melahirkan
generasi yang secara moral mengalami
kemerosotan: konsumtif, boros dan memiliki jalan
pintas yang bermental “instant”.
3. Bidang
Sosial dan Budaya
Dampak positif dari kemajuan iptek bisa
kita lihat:
1. Perbedaan kepribadian
pria dan wanita. Banyak pakar yang berpendapat bahwa kini semakin
besar porsi wanita yang memegang posisi
sebagai pemimpin, baik dalam dunia pemerintahan
maupun dalam dunia bisnis. Bahkan
perubahan perilaku ke arah perilaku yang sebelumnya
merupakan pekerjaan pria semakin menonjol.
Data yang tertulis dalam buku Megatrend for
Women: From Liberation to Leadership yang
ditulis oleh Patricia Aburdene & John Naisbitt
(1993) menunjukkan bahwa peran wanita
dalam kepemimpinan semakin membesar. Semakin
banyak wanita yang memasuki bidang
politik, sebagai anggota parlemen, senator, gubernur,
menteri, dan berbagai jabatan penting
lainnya.
2. Meningkatnya rasa percaya diri. Kemajuan ekonomi di
negara-negara Asia melahirkan
fenomena yang menarik. Perkembangan dan
kemajuan ekonomi telah meningkatkan rasa
percaya diri dan ketahanan diri
sebagai suatu bangsa akan semakin kokoh.
Bangsa-bangsa
Barat tidak lagi dapat melecehkan
bangsa-bangsa Asia.
3. Tekanan, kompetisi yang tajam di berbagai aspek
kehidupan sebagai konsekuensi globalisasi,
akan melahirkan generasi yang disiplin,
tekun dan pekerja keras.
Meskipun demikian
kemajuan iptek akan berpengaruh negatif pada aspek budaya:
1. Kemerosotan
moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar.
Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu
menekankan pada upaya pemenuhan berbagai
keinginan material, telah menyebabkan
sebagian warga masyarakat menjadi “kaya dalam
materi tetapi miskin dalam rohani”.
2. Kenakalan
dan tindak menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat, semakin lemahnya
kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di
masyarakat, seperti gotong royong dan
tolong-menolong telah melemahkan
kekuatan-kekuatan yang berperan penting dalam
menciptakan kesatuan sosial. Akibat lanjut
bisa dilihat bersama, kenakalan dan tindak
menyimpang di kalangan remaja dan pelajar
semakin meningkat dalam berbagai bentuknya,
seperti perkelahian, corat-coret,
pelanggaran lalu lintas sampai tindak kejahatan.
3. Pola
interaksi antar manusia yang berubah.
Kehadiran komputer pada
kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas telah
merubah pola interaksi keluarga. Komputer
yang disambungkan dengan telpon telah membuka
peluang bagi siapa saja untuk berhubungan
dengan dunia luar. Program internet relay chatting
(IRC), internet, dan e-mail telah membuat
orang asyik dengan kehidupannya sendiri. Selain itu
tersedianya berbagai warung internet
(warnet) telah memberi peluang kepada banyak orang
yang tidak memiliki komputer dan saluran
internet sendiri untuk berkomunikasi dengan orang
lain melalui internet. Kini semakin banyak
orang yang menghabiskan waktunya sendirian
dengan komputer. Melalui program internet
relay chatting (IRC) anak-anak bisa asyik
mengobrol dengan teman dan orang asing kapan
saja.
4. Bidang
Pendidikan
Iptek
mempunyai peran yang sangat penting dalam bidang pendidikan antara lain:
1. Munculnya
media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat
pendidikan. Dampak dari hal ini adalah guru
bukannya satu-satunya sumber ilmu
pengetahuan.
2. Munculnya
metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan guru dalam
proses pembelajaran. Dengan kemajuan
teknologi terciptalah metode-metode baru yang
membuat siswa mampu memahami materi-materi
yang abstrak, karena materi tersebut dengan
bantuan teknologi bisa dibuat abstrak.
3. Sistem
pembelajaran tidak harus melalui tatap muka . Dengan kemajuan teknologi proses
pembelajaran tidak harus
mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa juga menggunakan
jasa pos internet dan lain-lain.
Disamping itu juga
muncul dampak negatif dalam proses pendidikan antara lain:
1. Kerahasiaan
alat tes semakin terancam. Program tes inteligensi seperti tes Raven,
Differential
Aptitudes Test dapat diakses melalui
compact disk.. Implikasi dari permasalahan ini adalah,
tes psikologi yang ada akan mudah sekali
bocor, dan pengembangan tes psikologi harus
berpacu dengan kecepatan pembocoran melalui
internet tersebut.
2. Penyalahgunaan
pengetahuan bagi orang-orang tertentu untuk melakukan tindak kriminal.
Kita tahu bahwa kemajuan di badang
pendidikan juga mencetak generasi yang berpengetahuan
tinggi tetapi mempunyai moral yang rendah.
Contonya dengan ilmu komputer yang tingi maka
orang akan berusaha menerobos sistem
perbankan dan lain-lain.
5. Bidang
Politik
1. Timbulnya
kelas menengah baru. Pertumbuhan teknologi dan ekonomi di kawasan
ini akan
mendorong munculnya kelas menengah baru.
Kemampuan, keterampilan serta gaya hidup
mereka sudah tidak banyak berbeda dengan
kelas menengah di negara-negera Barat. Dapat
diramalkan, kelas menengah baru ini akan
menjadi pelopor untuk menuntut kebebasan politik
dan kebebasan berpendapat yang lebih
besar.
2. Proses
regenerasi kepemimpinan. Sudah barang tentu peralihan generasi
kepemimpinan ini
akan berdampak dalam gaya dan substansi
politik yang diterapkan.
3. Di
bidang politik internasional, juga terdapat kecenderungan tumbuh berkembangnya
regionalisme. Kemajuan di bidang teknologi
komunikasi telah menghasilkan kesadaran
regionalisme. Ditambah dengan kemajuan di
bidang teknologi transportasi telah
menyebabkan meningkatnya kesadaran
tersebut. Kesadaran itu akan terwujud dalam bidang
kerjasama ekonomi, sehingga regionalisme
akan melahirkan kekuatan ekonomi baru.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dari
pembahasan mengenai keterkaitan IPA dan teknologi dalam kehidupan manusia yang
telah diuraikan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa ilmu pengetahuan dan
teknologi sangatlah diperlukan keberadaanya oleh manusia untuk membantu
memenuhi kebutuhannya. Banyak hal yang telah tercipta dari adanya IPTEK ini
seperti alat komunikasi, transportasi, kemajuan dalam bidang pertanian,
kesehatan, dll. Manusia khususnya ilmuan tidak hanya menciptakan teknologi
untuk sarana pemenuhan kebutuhan, namun juga menciptakan teknologi tersebut
untuk kemanusiaan.
Akan
tetapi, tentu segala hal yang ada di dunia ini memiliki dampak positif dan
negatif, seperti halnya IPTEK. Dampak positif adanya IPTEK yaitu manusia
semakin mudah untuk bekerja, mengolah SDA dan melakukan apapun untuk memperoleh
apa yang ia butuhkan untuk kelangsungan hidupnya. Namun, dampak negatif dari
adanya IPTEK ini salah satunya ialah banyaknya terjadi kriminal dan kejahatan
yang diakibatkan kemajuan teknologi yang ada sekarang. Keterkaitan yang terjadi
antara IPTEK dengan SDA yaitu adanya hubungan timbal-balik dan sebab-akibat.
Dengan demikian, peran manusia sangatlah penting untuk memanfaatkan IPTEK dan
SDA yang ada dengan baik tanpa merusak keduanya.
DAFTAR PUSTAKA
Langganan:
Komentar (Atom)

